Ratu Tisha: Inspirasi Perempuan Harus Jadi Karya Nyata
- 21 Apr 2026 14:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Momentum Hari Kartini menghadirkan semangat tersendiri bagi Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha Destria. Ia menilai perjuangan perempuan di berbagai bidang menjadi sumber inspirasi yang kuat.
"Kepada semua perempuan-perempuan yang berjuang di eranya masing-masing, di bidangnya masing-masing, area masing-masing yang sangat menginspirasi menurut saya. Jadi, inspirasi itu tapi kan harus dibuktikan dengan karya ya,” ujarnya, saat hadiri HUT PSSI di Sidoarjo.
Menurutnya, inspirasi tidak boleh berhenti hanya sebagai dorongan semata. Lebih dari itu, inspirasi harus diwujudkan dalam bentuk karya nyata dan kontribusi.
“Jadi, setelah kita terinspirasi, kemudian ya kita kemudian apa gitu ya. Jangan hanya terinspirasi kemudian lalu karyanya apa gitu. Ya, jadi itu sih bagi saya. Jadi memotivasi untuk terus berkarya itu aja,” lanjutnya.
Dalam konteks organisasi, ia juga menekankan pentingnya kesetaraan berbasis kemampuan. Baginya, perbedaan gender bukan menjadi faktor utama dalam menentukan peran seseorang.
“Lagi-lagi ya, saya sebenarnya nggak terlalu membedakan ya antara perempuan dan laki-laki. Karena bagi saya semua orang harus bertarung dengan kompetensi,” tegasnya.
Ia turut menyoroti pentingnya fondasi organisasi yang kuat, terutama dalam tata kelola sepak bola. Hal ini dinilai menjadi kunci dalam membangun sistem yang berkelanjutan.
“Sebagaimana layaknya fondasi sebuah organisasi, bagian organisasinya, tata kelola, football governance-nya itu adalah yang paling utama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan harus berbasis data dan pengetahuan yang cukup. Keputusan yang diambil tanpa dasar kuat berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Jadi, jangan kita membuat satu kebijakan ataupun misalnya nanti melakukan satu keputusan yang tidak didasari dengan data, fakta, dan knowledge yang cukup,” katanya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi harus terus dilakukan oleh seluruh elemen. Selain itu, menjaga fondasi organisasi tetap kokoh menjadi tanggung jawab bersama.
“Jadi, bagi saya yang paling pentingnya kompetensi harus selalu ditingkatkan dan fondasi organisasi harus kita jaga,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, ia mengingatkan bahwa target besar sepak bola Indonesia tidak cukup hanya dengan wacana. Dibutuhkan kerja nyata untuk mewujudkannya.
“Harus bekerja, nggak boleh bermimpi. Ini udah saatnya bekerja,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....