Indonesia Tekankan Kesiapan Mental Hadapi Laga Perdana Piala AFF U-17

  • 13 Apr 2026 08:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,Surabaya - Pelatih Timnas U-17 Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto, menegaskan bahwa persiapan timnya menjelang laga perdananya di Piala AFF U-17 2026 melawan Timor Leste yang akan berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Senin, 13 April 2026, malam, tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mentalitas para pemain muda.

Kurniawan menyadari bahwa laga pertama dalam sebuah turnamen kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pemain muda yang baru merasakan atmosfer kompetisi resmi.

"Sebenarnya kami lebih mempersiapkan dari segi mentalitas. Secara teknis, kami juga sudah menganalisis dan melakukan persiapan. Karena kami tahu bahwa pertandingan pertama itu biasanya terasa berat, apalagi ini anak-anak muda yang bermain di event resmi," ujarnya.

Untuk mengatasi tekanan tersebut, tim pelatih berusaha menciptakan suasana yang lebih santai agar para pemain tidak terbebani. "Kami mencoba menciptakan suasana yang rileks, tidak terbebani, dan mengarahkan energi mereka ke hal-hal positif agar tetap termotivasi untuk memenangkan pertandingan,” katanya.

Selain itu, Kurniawan juga menyoroti pentingnya pengelolaan emosi pemain, terutama dalam menghadapi laga dengan tensi tinggi seperti melawan Malaysia yang dikenal sebagai rival kuat. Menurutnya, dukungan dari tim di belakang layar menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas mental para pemain.

"Alhamdulillah, di tim ini kami memiliki tim pendukung yang sangat membantu, baik dari coaching staff, staf lainnya, maupun dari pihak sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan personal menjadi kunci dalam membina pemain usia muda yang masih berada dalam fase perkembangan. “Kami berusaha untuk selalu dekat dengan mereka, mendengarkan keresahan dan keluhan mereka, tanpa langsung membenarkan alasan-alasan tertentu,” ucapnya.

Lebih jauh, Kurniawan menekankan pentingnya menanamkan pola pikir disiplin dan pengorbanan sejak dini. Ia ingin para pemain menyadari bahwa kesuksesan membutuhkan komitmen penuh.

"Kami ingin mereka sadar bahwa di usia mereka harus ada yang dikorbankan, termasuk masa remaja mereka. Jangan sampai perjuangan mereka sia-sia karena kehilangan fokus atau terdistraksi oleh hal-hal yang tidak penting," katanya tegas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....