100 Pertandingan Ernando Ari Bersama Persebaya
- 05 Mar 2026 15:29 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Seratus pertandingan bukan sekadar angka di lembar statistik. Di dalamnya tersimpan proses panjang yang penuh disiplin, pengorbanan, dan kesetiaan.
Bagi Ernando Ari Sutaryadi, torehan 100 penampilan bersama Persebaya menjadi simbol perjalanan yang ia bangun perlahan sejak usia muda hingga kini berdiri sebagai penjaga gawang utama.
Kiper yang akrab disapa Nando itu mengaku pencapaian tersebut menghadirkan rasa bangga sekaligus haru. Baginya, angka itu merepresentasikan kepercayaan yang terus ia rawat sejak pertama kali mendapat kesempatan mengenakan seragam kebanggaan Bonek.
“Saya sangat bahagia dan bangga bisa mencatatkan 100 penampilan bersama Persebaya. Ini bukan perjalanan yang singkat, dan saya sangat bersyukur bisa terus dipercaya serta membantu tim sejauh ini,” ungkap Ernando, dikutip dari laman Persebaya, Kamis, 5 Maret 2026.
Langkahnya dimulai dari Elite Pro Academy (EPA) Persebaya. Di sana, ia belajar memahami kerasnya persaingan, membentuk mental bertanding, serta mengasah kemampuan teknis sebagai penjaga gawang. Proses itu tidak instan, tetapi menjadi fondasi kuat yang menyiapkannya menembus level profesional.
Debutnya bersama tim senior terjadi pada Liga 1 musim 2021/2022 saat menghadapi Borneo FC Samarinda. Laga tersebut menjadi pintu pembuka perjalanan panjangnya di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. Sejak saat itu, ia terus berusaha menunjukkan kapasitasnya berlatih lebih keras, belajar dari kesalahan, dan menjaga fokus di setiap kesempatan.
Kepercayaan demi kepercayaan pun datang.
Nando perlahan mengokohkan diri sebagai pilihan utama di bawah mistar. Dalam prosesnya, ada banyak pertandingan penting yang membentuk mentalnya, termasuk satu momen yang hingga kini masih melekat kuat dalam ingatannya.
“Kalau bicara momen yang paling berkesan, tentu saat saya menepis penalti Arema di Jakarta. Itu momen yang sangat krusial dan itu jadi kenangan yang sangat berarti buat saya pribadi,” ujarnya.
Penyelamatan penalti tersebut bukan hanya menjaga kemenangan Persebaya, tetapi juga mempertegas karakternya sebagai kiper yang mampu tampil tenang di bawah tekanan tinggi. Namun di balik sorotan itu, ada tantangan besar yang terus ia hadapi yaitu menjaga konsistensi.
“Sebagai penjaga gawang, konsistensi adalah kunci. Intinya adalah menjawab kepercayaan pelatih dengan kerja keras, baik di latihan maupun di pertandingan,” timpalnya.
Bagi Nando, performa di lapangan tidak bisa dilepaskan dari kedisiplinan di luar lapangan. Ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan fokus dalam setiap sesi latihan.
“Konsisten saat latihan, konsisten di luar lapangan, menjaga kondisi tubuh dan kebugaran. Dari situ, kepercayaan itu bisa terus saya balas, apalagi pelatih juga selalu memberi saran dan arahan agar saya bisa tampil lebih baik dan terus dipercaya di laga-laga berikutnya,” sambungnya.
Kini, setelah menembus 100 laga, ia tak ingin cepat berpuas diri. Ambisinya tetap sama: membawa Persebaya meraih prestasi tertinggi.
“Target saya tentu ingin membawa Persebaya menjadi juara. Secara pribadi, ambisi saya adalah selalu tampil maksimal di setiap pertandingan dan memberikan kontribusi terbaik demi membawa Persebaya meraih gelar,” jelasnya.
Seratus pertandingan hanyalah satu fase dari perjalanan panjangnya. Dari akademi hingga menjadi andalan tim utama, Ernando menunjukkan bahwa ketekunan dan loyalitas mampu mengantarkan seorang pemain muda menorehkan sejarahnya sendiri. Dan selama masih berdiri di bawah mistar, cerita itu akan terus berlanjut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....