Pengamat Sepakbola Soroti Standar Ganda FIFA
- 04 Mar 2026 21:51 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Persoalan konflik geopolitik dinilai dapat mempengaruhi pelaksanaan turnamen sepakbola internasional. Pengamat sepakbola nasional. Alief Syachviar menilai FIFA menerapkan standar ganda dalam memutuskan kasus yang melibatkan suatu negara.
Menurutnya, federasi sepak bola dunia dinilai menerapkan kebijakan yang tidak konsisten dalam menyikapi konflik antarnegara. Hal itu terlihat dari perbedaan perlakuan terhadap negara-negara yang terlibat perang.
"Jelas bahwa FIFA menerapkan standar ganda. Rusia ketika menyerang Ukraina langsung diblokir," ujarnya, Rabu, 4 Maret 2026. Ia menambahkan, situasi berbeda terjadi pada Amerika Serikat yang tetap berstatus tuan rumah turnamen sepak bola dunia.
Kondisi tersebut memunculkan kritik dari kalangan pengamat sepak bola. "Bagaimana dengan Amerika Serikat dan Israel ketika menyerang Iran, tetapi Amerika masih menjadi tuan rumah Piala Dunia," katanya.
Alief Syachviar juga menilai perdebatan publik sepak bola dunia kini semakin luas. Sorotan tidak hanya tertuju pada Timnas Iran, tetapi juga pada Amerika Serikat dan Meksiko sebagai tuan rumah.
Menurutnya, muncul pertanyaan mengenai kelayakan sejumlah negara tetap berpartisipasi maupun menjadi tuan rumah. Hal tersebut berkaitan dengan konflik internasional yang sedang terjadi.
"Sebenarnya masyarakat sepak bola dunia tidak hanya membahas kepesertaan Timnas Iran, tetapi juga kelayakan Amerika Serikat dan Meksiko sebagai tuan rumah," ujarnya.
Ia menilai persoalan tersebut lebih luas daripada sekadar mengganti peserta atau tuan rumah. Perdebatan berkembang terkait konsistensi kebijakan organisasi sepak bola dunia.
"Jadi persoalannya bukan hanya Iran akan diganti atau Amerika harus diganti karena menyerang Iran. Itu yang menjadi pertanyaan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....