Konflik Amerika - Iran, Pengamat Soroti Keamanan Tuan Rumah Piala Dunia 2026

  • 02 Mar 2026 11:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Situasi keamanan di Amerika Serikat dan Meksiko menjadi sorotan menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pengamat sepak bola nasional, Alief Syachviar, khawatirkan suksesnya kedua negara tersebut menjadi tuan rumah turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Alief Syachviar menilai konflik Amerika Serikat dengan Iran serta perang melawan kartel di Meksiko memunculkan kekhawatiran publik. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kenyamanan penonton.

“Situasi Amerika Serikat melawan Iran serta perang Meksiko melawan kartel menjadi perhatian. Padahal Amerika Serikat dan Meksiko akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026," ujar Alief Syachviar, Senin, 2 Februari 2026.

Menurutnya, faktor keamanan menjadi pertanyaan penting karena waktu penyelenggaraan semakin dekat. Turnamen tersebut diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang.

“Ini menjadi pertanyaan dari sisi keamanan dan kenyamanan penonton, penyelenggaraan Piala Dunia tinggal beberapa bulan lagi," katanya

Alief mengatakan eskalasi konflik di kawasan tuan rumah dapat memicu rasa waswas di kalangan penggemar sepak bola dunia. Kekhawatiran tersebut berpotensi memengaruhi minat penonton untuk datang langsung ke stadion.

“Eskalasi konflik Amerika dengan Iran dan situasi Meksiko membuat orang was-was. Publik sepak bola dunia mempertanyakan kondisi tersebut," ujarnya.

Ia menyebut telah muncul kabar adanya penonton yang membatalkan rencana menonton langsung Piala Dunia. Namun, keputusan akhir mengenai penyelenggaraan tetap berada di tangan FIFA.

“Kami mendengar kabar ada penonton yang membatalkan perjalanan. Namun semua keputusan tetap berada di tangan FIFA," ujarnya.

Alief juga menyoroti peran FIFA dalam berbagai dinamika internasional yang berkaitan dengan sepak bola. Ia menilai organisasi tersebut tidak lepas dari kepentingan politik global.

“FIFA memiliki peran besar dan sering berkaitan dengan politik. Terlihat dari kehadiran pimpinan FIFA dalam acara Board of Peace," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....