Dari Paceklik ke Produktif, Gali Bangkit Bersama Tavares

  • 28 Feb 2026 17:13 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Musim ini menjadi ruang pembuktian bagi Paulo Domingos Gali Da Costa Freitas di kompetisi BRI Super League 2025/26. Datang dengan status pemain muda potensial, ia tak sekadar ingin numpang lewat bersama Persebaya Surabaya.

Awal kedatangannya dari PSIS Semarang sempat memberi optimisme. Gol di pekan ketiga saat menghadapi Bali United menjadi penanda bahwa ia punya sesuatu untuk ditawarkan.

Namun setelah itu, sorotan berubah menjadi ujian. Sepuluh pekan tanpa gol membuat namanya mulai dipertanyakan. Di tengah tekanan publik dan persaingan internal tim, Gali tak memilih mengeluh.

Ia justru menambah jam latihan, memperbaiki penyelesaian akhir, serta meningkatkan pemahaman taktik.

Kontribusinya sebenarnya tak pernah benar-benar hilang.

Tiga assist lahir di masa paceklik tersebut, ditambah pergerakan agresif dan keberanian duel satu lawan satu yang tetap konsisten. Ia mungkin tak mencetak gol, tetapi tetap menjadi bagian penting dalam alur serangan.

Momentum kebangkitan muncul ketika Bernardo Tavares datang sebagai pelatih baru. Pada laga debut Tavares melawan Malut United di pekan ke-17, Gali menjawab kepercayaan itu dengan dua gol sekaligus. Sejak saat itu, performanya menanjak.

Gali mengakui pendekatan personal sang pelatih menjadi kunci perubahan. Sentuhan taktik dan komunikasi intens membuatnya tampil lebih matang.

"Dia selalu mengajak pemain meeting secara personal, termasuk saya, untuk terus improve jadi lebih baik. Saya berterima kasih kepada dia. Coach selalu meluangkan waktu untuk diskusi individual dan membantu pemain tampil lebih maksimal di lapangan," ujar Gali, dikutip dari laman resmi Persebaya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Empat gol dan tiga assist lahir di bawah arahan Tavares, menjadikan total kontribusinya musim ini mencapai enam gol dan enam assist, termasuk gol krusial saat melawan PSM Makassar. Bagi Gali, kehadiran Tavares bukan hanya soal strategi, tetapi juga energi kepemimpinan.

"Karisma coach itu melengkapi semuanya. Saat latihan, kalau ada yang kurang dari saya, coach langsung beri tahu harus improve di mana entah itu soal posisi, kontrol bola, atau long pass. Itu membantu saya jadi lebih percaya diri dan berkembang,” jelasnya.

Perjalanan ini menunjukkan satu hal: perkembangan pemain muda tak selalu lurus dan cepat. Ada fase sunyi, ada tekanan, ada kerja keras yang tak terlihat. Gali memilih bertahan dalam proses itu dan kini, ia memetik hasilnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....