Diskominfo Jatim Harap Pildun 2026 Momentum Pererat Persatuan

  • 26 Jan 2026 16:48 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin melalui Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Gugi Alifrianto Wicaksono, Piala Dunia 2026 bukan sekadar tayangan olahraga. Tetapi juga instrumen pemersatu bangsa yang mampu membangun kebanggaan, mempererat persatuan, serta menumbuhkan semangat sportivitas di tengah masyarakat.

"Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan TVRI dinilai perlu dibangun sejak awal. Langkah ini penting agar perencanaan program, pola siaran, serta berbagai kegiatan pendukung di daerah dapat berjalan selaras dan terintegrasi," ujarnya dalam kegiatan sosialisasi dan publikasi Piala Dunia 2026, di Kantor Diskominfo Jatim, Senin, 26 Januari 2026.

Dikatakannya, perencanaan yang matang diyakini akan menentukan efektivitas pesan dan dampak kegiatan hingga tingkat kabupaten dan kota. Agenda sosialisasi ini dirancang sebagai “Pesta Bola Rakyat Jawa Timur: Dari Kampung ke Dunia”.

"Konsep ini menempatkan Piala Dunia tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai perayaan rakyat yang melibatkan kampung, kampus, komunitas, pelaku UMKM, hingga pemanfaatan ruang-ruang publik.

Selama ini, berbagai daerah menyambut ajang sepak bola internasional melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang terbukti menjadi ruang kebersamaan dan komunikasi publik yang efektif," katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memperkuat sinergi dengan TVRI Jawa Timur, RRI Surabaya, dan LKB Antara Jatim, dalam rangka menyambut Piala Dunia 2026. Kolaborasi ini dilakukan menyusul ditetapkannya TVRI sebagai pemegang hak siar ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Pemprov Jatim menyampaikan apresiasi kepada TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang memungkinkan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur, menikmati siaran Piala Dunia secara luas dan inklusif.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memperkuat sinergi dengan TVRI Jawa Timur, RRI Surabaya, dan LKB Antara Jatim, dalam rangka menyambut Piala Dunia 2026, melalui sosialisasi publikasi Piala Dunia 2026 ke Diskominfo kabupaten/kota di Jawa Timur (Foto: RRI/Abdul)

Dijelaskannya, pada Piala Dunia 2026, kegiatan serupa akan diperluas dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berdampak sosial. Gugi menegaskan, Piala Dunia 2026 didorong tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga media interaksi sosial, penguatan persatuan, serta wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

"Melalui kegiatan sosialisasi ini, pemerintah kabupaten dan kota diharapkan memiliki pemahaman yang sama serta langkah komunikasi yang terkoordinasi. Keselarasan tersebut penting agar pesan yang disampaikan kepada masyarakat tidak terfragmentasi, melainkan bergerak dalam satu irama kebijakan dan semangat bersama," ujarnya.

Program ini kata Gugi, direncanakan berlangsung mulai Februari 2026 hingga periode pelaksanaan Piala Dunia, dengan Surabaya sebagai pusat kegiatan serta dukungan dari sejumlah daerah seperti Sidoarjo, Gresik, Malang, dan Kediri, serta kabupaten/kota lain di Jawa Timur. Sejumlah kegiatan yang disiapkan antara lain nonton bareng rakyat, bazar UMKM, dekorasi kampung tematik, turnamen sepak bola kampung, aktivasi kampus dan komunitas digital, hingga puncak acara Pesta Bola Jawa Timur yang direncanakan digelar di Surabaya.

Lebih lanjut dijelaskan Gugi, selain memperkuat semangat kebersamaan, seluruh rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk melibatkan UMKM lokal. Dengan demikian, agenda Piala Dunia 2026 diharapkan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat serta menjadi penggerak ekonomi rakyat, bukan sekadar perhelatan simbolik.

"Kami bersama pemerintah kabupaten/kota menyatakan komitmen penuh untuk mendukung sosialisasi dan publikasi Piala Dunia 2026. Daerah juga didorong mulai menyusun agenda kegiatan sesuai karakteristik dan potensi masing-masing wilayah, agar gaung Piala Dunia dapat dirasakan merata dari desa, kecamatan, hingga pusat kota di seluruh Jawa Timur. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum penguatan persatuan, pemberdayaan ekonomi lokal, serta ruang ekspresi kreatif masyarakat Jawa Timur," ucapnya berharap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....