Menjaga Eksistensi Wayang Krucil di Era Digital, RRI Kediri Gelar Kegiatan Obrolan Budaya

  • 14 Nov 2022 16:20 WIB
  •  Surabaya

KBRN . Kediri : Untuk menjaga kelestarian kesenian lokal, Lembaga Penyiaran Publik Stasiun Produksi RRI Kediri melaksanakan Pagelaran Budaya. Bertajuk “Filosofi dan Eksistensi Wayang Krucil Bumi Kadisi di Era Digital” Pagelaran Obrolan Budaya ini dilaksanakan di Dusun Maron, Desa Senden, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Padepokan Cipto Mudho Laras.

Ari Setiyo Budi, Koordinator Stasiun Produksi RRI Kediri dalam hal ini mengatakan, acara Obrolan Budaya ini digelar dengan tujuan untuk tetap melestarikan eksistensi dan kebudayaan lokal, utamanya di era disrupsi digital saat ini.

“Tema Obrolan Budaya tentang Wayang Krucil ini sengaja kita ambil, karena Wayang Krucil sendiri merupakan kesenian unik warisan asli dari Kerajaan Kadiri. Jadi, kita ingin masyarakat bisa tetap mengenal dan melihat eksistensi Wayang Krucil utamanya di kalangan anak muda zaman sekarang agar mereka juga tetap bisa ikut serta dalam pelestarian seni dan budaya,” ungkap Ari, (14/10).

Sementara itu, Ki Harjito Mudho Darsono, selaku Narasumber dari Pengurus Pepadi Kabupaten Kediri dan merupakan Ketua Padepokan Cipto Mudho Laras Kabupaten Kediri dalam paparannya menyebut, Wayang krucil dikenal sebagai wayang yang kental dengan kisah Panji, merupakan kesenian unik, warisan asli kerajaan kediri.

“Sesuai namanya, yakni Krucil yang memiliki arti kecil, karena dari ukurannya wayang ini relatif lebih kecil daripada wayang-wayang lainnya. Selain itu, krucil juga memiliki arti serpihan kayu, karena Wayang ini terbuat dari potongan kayu yang sudah tidak dipakai. Kayunya kayu mentaos. Inilah yang menjadikan Wayang-krucil, sebagai Wayang yang memiliki keunikannya tersendiri.” Kata Ki Harjito yang juga merupakan ketiga sebagai dalang Wayang Krucil di Kabupaten Kediri itu.

Ia menjelaskan, wayang krucil lahir pada masa Kerajaan Kediri, tepatnya pada era pemerintahan Raja Sri Aji Jayabaya. Namun, hanya sedikit dalang di Kediri yang bisa memainkan wayang dari kayu ini terlebih dengan pakem yang yang benar. Baginya wayang krucil ini sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Berbeda dengan wayang kulit, wayang krucil menceritakan latar belakang sejarah dan legenda kerajaan hingga cerita rakyat. Paling banyak adalah kisah tentang legenda Panji yang saat ini sudah dianggap warisan budaya Kediri. Lakon yang digunakan pada Wayang-krucil ini juga tidak seperti lakon Wayang pada umumnya, tetapi mengambil dari Babad Kediri, sebelum kemudian di perkembangan selanjutnya, lakon wayang krucil yang diambil semakin bervariasi.

Peragaan Wayang Krucil

Disamping itu, mewakili para generasi Milenial, Hadir pula Yoga Anggorina, selaku narasumber dari Ketua MGMP B. Jawa sekaligus Ketua Sanggar Sana Kerti Kediri. Ia mengatakan, Dewasa ini, dalam perkembangan zaman yang begitu pesat berjalan, tentu saja seni dan kebudayaan di daerah setempat tetap menjadi tanggung jawab para generasi muda untuk turut serta melestarikannya.

Diharapkan, dengan adanya pagelaran Obrolan Budaya ini, kedepannya pelestarian seni dan kebudayaan lokal tetap terjaga, serta pemuda-pemudi diluar sana tetap selalu memperhatikan eksistensi kesenian dan kebudayaan lokal Wayang Krucil di Kabupaten Kediri.

Obrolan Budaya RRI Kediri

Untuk diketahui, acara Obrolan Budaya ini akan disiarkan langsung secara nasional melalui siaran RRI Kediri, RRI Pro 4 Surabaya, dan Live streaming RRI NET pada 14 November 2022 pukul 22.00-23.00 WIB. Acara ini juga turut dimeriahkan oleh penampilan Tari Merak yang dibawakan oleh Vaning, dari Sanggar Tari Pramesthi.(AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....