Ustazah Haniah: Perlunya Kenal 3 Jenis Hati Manusia

  • 24 Jun 2024 11:21 WIB
  •  Surabaya

KBRN Surabaya: Manusia perlu mengenal jenis hati agar bisa mengetahui dan mendeteksi, sehingga jika ada yang salah, bisa segera memperbaikinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Dra. Hj. Haniah, Pimpinan Pesantren dan Panti Asuhan Mitra Arafah Surabaya, dalam program Mutiara Pagi, yang dipandu host Dini Wardani, Senin (24/06/2024). Ustazah Haniah menjelaskan, ada tiga jenis hati manusia. Ketiganya adalah qolbun mayyit, qolbun maridh dan qolbun salim.

Dijelaskan Ustazah Haniah, Rasulullah SAW menegaskan, di dalam diri manusia itu ada segumpal daging. Kalau ia baik, baiklah semuanya. Namun, kalau ia buruk, buruklah semua. Itulah yang dinamakan hati. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu`alaihi wa Sallam bersabda: “Dan ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah itu adalah hati,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pertama, Qolbun Mayyit atau hati yang mati. Orang yang memiliki qolbun mayyit, memiliki ciri-ciri di antaranya mengabaikan shalat tanpa rasa bersalah, selalu berbuat dosa laksana kaca yang debunya selalu bertambah tanpa pernah dibersihkan, sehingga makin lama makin menghitam. Kondisi hati ini juga tidak memiliki kehidupan dan tidak mengenal Tuhannya. Karena orang dengan hati ini maka akan memuaskan apa yang disukainya.

Kedua, Qolbun Maridh atau hati yang sakit. Dia bisa saja beriman, namun penyakit hatinya banyak. Ciri khasnya tidak pernah tentram, galau, was-was, cemas, tidak menikmati hidup. Orang dengan hati yang sakit memiliki perasaan iri hati, arogan, sombong, ujub, takabbur dan penyakit hati yang lain. Untuk itu, obat penyakit hati ini adalah membaca al-Quran beserta maknanya. Shalat wajib dan Sunnah. Berkumpul dengan orang shalih yang saling mengingatkan kepada kebaikan.

Ketiga, Qolbun Salim. Inilah orang yang hatinya bersih dan mulia. Ciri-cirinya yakni mempunyai hati yang tenang, bersih, senantiasa berzikir, baik itu zikir dengan hati, lisan ataupun perbuatan-perbuatan yang jauh dari dosa. Sebab, orang yang bahagia hidupnya itu adalah orang yang tidak memiliki penyakit di hatinya. Hati yang sehat dan memiliki kesempurnaan serta kekuatan sesuai dengan fungsi yang sebagaimana ditetapkan-Nya.

Ustazah Haniah menjelaskan, penyakit hati merupakan kerusakan yang menimpa manusia, yang merusak pandangan dan keinginannya terhadap kebenaran. Untuk itu, bertaubat merupakan hal yang harus dilakukan manusia, karena Allah SWT Maha Pengampun, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

"Jika terlanjur berbuat dosa, maka segera bertaubat dengan taubatan nashuha. Lalu beramal shalih, terutama amalan kepada orangtua terlebih dahulu," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....