Kinada dan Kekira, Kakak Adik Berprestasi di Roller Sport Tingkat Nasional
- 07 Jun 2024 18:08 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya: Hubungan kakak adik adalah hubungan yang selalu dipenuhi dengan keunikan dan cerita. Dari saling bercanda, hingga meraih prestasi, sebagaimana yang juga dilakukan oleh Kakak Beradik, Kinada Hakeem Leksono, murid kelas 4 SD Cikal Surabaya, dan Kekira Sakhi Leksono, murid Reception Junior Sekolah Cikal Surabaya.
Seperti apa cerita perjalanan Nada dan Kira, sapaan hangat mereka berdua, sebagai pelajar dan juga kakak-adik berprestasi di Roller Sport? Simak ceritanya berikut ini, yuk!
Awal Mula Perkenalan Nada dan Kira dengan Roller Sport
Berjumpa di saat luang waktu secara daring, Kinada dan Kekira menceritakan momen awal perkenalan mereka dengan olahraga Roller Sport atau Sepatu Roda ini, Kinada bercerita awal ketertarikan dan keinginan mencoba Sepatu Roda bermula dari sebuah video.
“Dulu itu saat kami lagi berjalan-jalan, kami melihat ada sebuah video (olahraga) sepatu roda, saat itu aku kelas 3 SD. Saat melihat video itu, kok lama-lama jadi penasaran gitu, terus aku bilang ke Ibu ingin nyoba main sepatu roda karena seru dan bisa challenging,” cerita murid SD Cikal Surabaya ini, Jumat (7/6/2024).
Kekira atau yang hangat disapa Kira, turut menambahkan antusiasmenya terkait olahraga Roller Sport yang mengasah ketangguhan diri bersama sang kakak.
“(Main Roller Skate, Sepatu Roda, sama kak Nada) Senang!,” tuturnya sambil tersenyum.
Ibu Nita, orang tua Kinada dan Kekira, yang turut mendampingi sesi mengobrol turut menceritakan bahwa Kekira tertarik mencoba Roller Sport ternyata karena ingin mengikuti sang Kakak, Kinada. Rasa ingin tahunya dan keinginan untuk mencoba bersama-sama sang Kakak pun membuatnya turut ikut serta berlatih.
“Pada hari Kinada berlatih, coach roller sport turut menawarkan agar Kekira, saat itu berusia 3,5 tahun, ikut juga karena ia serius sekali melihat (kakaknya berlatih). Waktu nyoba pertama kali ia mau dan besoknya dia mau langsung bilang mau ikut les sama kakaknya,” ungkapnya.
Kinada dan Kekira Raih Belasan Prestasi Tingkat Nasional
Bermula dari rasa ingin tahu tinggi untuk mencoba tantangan baru di Roller Sport dan konsistensi berlatih bersama, Nada (Kinada) dan Kira (Kekira) hingga hari ini selalu bersama berlatih dan meraih prestasi.
Sebagai orang tua, Nita mengungkapkan bahwa ia bersama dengan Ayah Nada dan Kira berusaha untuk selalu memantau perkembangan latihan dan minat Kinada dan Kekira di olahraga Roller Skate tingkat Nasional. Bagi mereka, meraih juara atau prestasi adalah bonus kerja keras dan konsistensi dari Nada dan Kira .
“Kami (sebagai orang tua) itu happy kalau mereka akhirnya bilang, Ibu aku udah bisa nih trik ini. Kalau kita nemenin, perhatiin mereka, tiba-tiba udah lolos di trik satu, di trik selanjutnya itu happy banget. Lain halnya, kalau mau lomba, itu rasanya campur aduk. Kita hanya berdoanya semoga mereka sukses aja melaluinya, perkara mau juara berapa itu bonus. Bagi kami, yang penting mereka berdua sukses karena kalau dia udah sukses tuh terakhir waktu dia selesai hormat sama judges gitu ya, itu senyumnya beda Miss! Dia happy banget karena menyelesaikan itu dengan baik. doa kita itu aja, mudah-mudahan engga ada yang jatoh, engga ada ini atau itu.” ungkapnya.
Memilih Tantangan, Nada dan Kira Aktif Ikut Berkompetisi
Kinada dan Kekira memulai langkah mereka mengasah kompetensi Roller Skate mereka dengan mengikuti kompetisi. Perlombaan Roller Sport yang diikuti oleh Nada dan Kira seringkali adalah tingkat nasional dan dilangsungkan di berbagai kota. Hal ini membuat Nada dan Kira harus melakukan perjalanan ke berbagai kota dalam mengikuti kompetisi.
Nada menceritakan bahwa kompetisi Roller Sport adalah refleksi dari keinginannya mengasah kemahiran dalam bermain roller skate dan semangatnya untuk selalu meraih tantangan baru.
“Aku pertama kali lomba di kota Semarang. Lalu, kedua itu aku pakai lagu di Kejuaraan Provinsi di Surabaya. Lalu, Cirebon, Jogja. Bagi aku, selain bisa ikut lomba terus juara, aku bisa mahir dalam roller sport. Aku pengen nyari challenge, kalau misalnya engga pernah ikut lomba berarti, engga bisa ngerasain challenge,” ungkap Nada yang lebih fokus ke teknik freestyle dalam roller sport.
Dukungan Orang Tua dan Impian Nada dan Kira
Nada yang memiliki antusiasme tinggi dan konsistensi tinggi untuk selalu berlatih di fase tumbuh kembangnya menyebutkan di akhir perbincangan ingin menjadi seorang atlet Sepatu Roda profesional suatu hari nanti.
“Doaku biasanya kalau lagi sholat itu pengen jadi atlet profesional sepatu roda,” ucapnya.
Sedangkan untuk Kekira, ia masih sangat bersemangat berlatih Roller Sport sebagai hobi di luang waktunya.
Bagi Ibunda Nada dan Kira, Nita, sebagai orang tua mereka berkomitmen untuk selalu mendoakan, mendukung, dan mengaminkan segala harapan kedua putrinya, terutama Kinada yang ingin menjadi atlet sepatu roda profesional.
“Kami akan selalu support apa yang Kinada mau, apa yang ia cita-citakan. Kinada saat ini sudah lebih dewasa dan dia cerita kalau dia ingin menjadi atlit professional. Kami akan selalu mengaminkan doanya. kalau memang dia mau jadi atlet profesional kita juga mensupport, mendampingi dia apa pun kegiatan sepatu rodanya,” imbuhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....