Madura dan pandangan hidup
- 29 Jan 2024 12:44 WIB
- Surabaya
KBRN, Surabaya : Sebagai salah satu suku terbesar di Nusantara,Madura memiliki lambang dan nilai-nilai budaya yang menarik untuk diketahui. Namun dewasa ini,agak sulit menggali dan menampilkan lagi hal tersebut,karena terbatas literatur dan sumber, sekaligus kurangnya kepedulian untuk melestarikannya.
Bahasa Madura,misalnya,bahasa ibu, di wilayah nusa garam ini, sekaligus salah satu bahasa daerah yang terbanyak penuturnya di Nusantara, bahkan saat ini sudah mulai terdesak di tempat kelahirannya. Dulu, bahasa Madura pernah menjadi bahasa persatuan sekaligus franca.
Bahasa ini melampaui garis-garis teritorialnya. Ia tidak hanya menjadi alat komunikasi Pulau Madura dengan tiga wilayahnya (Madura Barat), Pamekasan, dan Sumenep (Madura Timur), sebagai pusat lahirnya bahasa itu. Lebih jauh lagi bahasa Pulau Garam ini mendesak bahasa Jawa di Tapal Kuda.
Hingga kini tak kurang dari 10 kabupaten menjadi penutur bahasa ini (dikurangi empat kabupaten di Madura Sendiri). Sesuatu yang lebih dari keren. Tapi mungkin itu dulu, Meski sekarang masih tetap digunakan oleh "sebagian" di sini dan sama. Kenapa sebagian ? .
Sebagaimana yang di utarakan oleh Prof.Dr.Ir.H.Rachmad Hidayat,SH,MH,M.Eng,Asean Eng (Rektor Universitas K.H.Bahaudin Mudhary UNIBA Sumenep Madura), pencetus bahasa Indonesia pertama dan sekaligus sebagai pahlawan nasional dari Pamekasan Madura yaitu Mohammad Tabrani (dianugerahi gelar pahlawan Nasional di Istana Negara Jakarta pada hari Jum'at 10 November 2023), setelah sempat menjadi bahasa tertinggi selain bahasa Jawa dan Sunda, roda zaman membalik kedaulatan bahasa Madura.
Pasca proklamasi kedaulatan RI, kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan negara baru bernama Indonesia. Ini memang tidak pernah akan mampu disaingi bahasa daerah manapun, termasuk di antaranya bahasa Madura sendiri. Suatu hal yang seperti dilihat dan bisa dimaklumi. Sebenarnya tak hanya pengaruh bahasa Indonesia saja tapi juga bahasa asing turut membawa pengaruh yang tidak sedikit, yang membuat bahasa Madura terdesak dan semakin terpingggirkan di kalangan para penuturnya sendiri.
Ditambahkan Rachmad keadaan seperti ini yang dikhawatirkan di kalangan penutur dwibahasa ialah timbulnya gejala diglosia. Yakni sebuah gejala dimana pemakai dwibahasa tersebut cenderung mengambil salah satu bahasa yang lebih tinggi dari bahasa yang lain. Sehingga, bahasa dengan prestise yang lebih tinggilah yang akan menang dalam percaturan kedua bahasa tersebut. Kembali pada lambang dan nilai budaya Madura, dengan memiliki bahasa yang banyak penuturnya dan terbilang tua usianya, menjadikan bahasa Madura juga kaya dengan nilai-nilai pandangan hidup.
"Melalui falsafah orang Madura lah, sejatinya, kita memahami yang sebenarnya karakter anak-anak pulau garam. Falasafah itu salah satunya bisa digali dalam peribahasa-peribahasa Madura, yaitu suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia berbudaya." ujar Rachmad. Tak hanya Madura, peribahasa juga dianggap sangat penting dikalangan suku terdekatnya, Jawa . Bahkan disebutkan bahwa watak, peribahasanya. Secara mutaris, mutandis hal tersebut peribahasanya dapat dinyatakan berlaku tidak hanya bagi orang Jawa, namun juga orang-orang Madura.
Pembawaan Orang Madura . Pembahawaan merupakan sekumpulan kodrat watak, bakat, telenta dan kecenderungan batin yang lekat pada seseorang sejak dilahirkan, serta mempengaruhi segenap pikiran, perkataan dan perbuatan seumur hidupnya. Pada umumnya, pembawaaan tidak terlalu terkentara secara nyata dari luar. Akan tetapi, karena melandasi perilaku yang meliputi pikiran, perkataan, pendapat, pendirian dan sikap orang juga perbuatan, tabiat, kelakuan, peranggai atau tindak tanduknya., secara tidak langsung keberadaan pembawaan dalam diri pribadi seseorang akan bermunculan juga.
Untuk memahaminya, terlebih dahulu perlu didasari bakat pengendalian sifat dan perilaku oleh pembawaan yang berinteraksi dengan lingkungan. Sikap dan perilaku seseorang merupakan pengejawantahan hasil reaksi pengaruh lingkungan dan pembawaan-pembawaan orang Madura tercermin dan tersarikan dari ungkapan,pepatah dan peribahasa Madura.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....