Ledakan Rumah Makan Tempong Bikin Warga Panik, Saksi: Suaranya Seperti Bom

  • 06 Okt 2026 13:10 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ledakan di Rumah Makan Tempong Dewi Sri, kawasan San Antonio, Surabaya, Selasa, 6 Oktober 2026 pagi, membuat pekerja dan warga di sekitar lokasi panik. Suara ledakan terdengar sangat keras hingga disebut saksi mata seperti suara bom.

Tito, 21 tahun, karyawan Toko Yat Yet Sam yang berada disebrang lokasi titik ledakan, mengatakan saat kejadian dirinya sedang bekerja bersama seorang rekannya sambil menunggu pesanan pelanggan.

Menurut Tito, ledakan terjadi sesaat setelah seorang pelanggan membuka pintu dan keluar dari toko. Ketika pintu ditutup, tiba-tiba terdengar ledakan keras.

"Pas pintunya dibuka, orangnya keluar, terus pintunya ditutup, tiba-tiba langsung meledak," kata Tito.

Kerasnya ledakan membuat kaca di Toko Yat Yet Sam pecah dan beterbangan hingga ke sisi seberang. Orang-orang yang berada di sekitar lokasi langsung panik dan berhamburan mencari tempat aman.

"Suara ledakannya kayak bom," ujarnya.

Tito mengaku sempat terdiam dan mengira ada bangunan yang roboh karena sejumlah benda berjatuhan dari atas. Setelah menyadari bangunan tidak runtuh, ia keluar dan melihat pecahan kaca berserakan.

Tak lama kemudian, sejumlah pekerja Rumah Makan Tempong datang ke tokonya meminta pertolongan. Mereka meminta Tito menghubungi ambulans, mengambilkan air karena merasa kepanasan, serta meminta kain.

"Ada yang minta tolong panggil ambulans, ada yang minta air karena panas, sama minta kain," tutur Tito.

Tito menyebut tiga pekerja Rumah Makan Tempong datang ke tokonya setelah ledakan. Kondisi mereka tampak panik dan pakaian beberapa korban terlihat robek.

Ia kemudian melihat kondisi di bagian atas bangunan yang dipenuhi material berserakan. Tito juga melihat rambut, hijab, jaket, hingga bercak darah di sekitar lokasi.

Menurut Tito, total ada sekitar lima pekerja Rumah Makan Tempong saat kejadian. Tiga di antaranya datang ke tokonya untuk meminta bantuan setelah ledakan.

Para korban tidak sempat menjelaskan penyebab ledakan karena lebih banyak meminta pertolongan. Salah seorang bahkan meminta Tito menghubungi ibunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....