Kapolrestabes Surabaya: Ledakan Rumah Makan Diduga akibat Kebocoran Gas
- 06 Okt 2026 11:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Ledakan terjadi di salah satu Rumah Makan, San Antonio, Surabaya, sekitar pukul 07.00 WIB. Kejadian tersebut diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas LPG di dalam area dapur rumah makan.
Lima orang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika pekerja rumah makan sedang bersiap untuk memasak.
"Tadi sekitar pukul 7.00, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas ya. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," ujar Luthfi.
Guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut, pihak kepolisian bersama Tim Penjinak Bom (Jibom) langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ada unsur bahan peledak yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Hasil penyelidikan dari kami, untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan," terang perwakilan Tim Jibom/Penyidik di lokasi.
Petugas menambahkan bahwa fenomena ledakan tersebut mengarah pada akumulasi gas dalam ruangan (BLEVE).
"Ini ledakan sebenarnya BLEVE. Jadi karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, sehingga setelah terpicu itu akan meledak mengakibatkan kerusakan," jelasnya.
Dari hasil olah TKP, ditemukan tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kg. Meski terjadi ledakan hebat, fisik tabung gas tersebut tidak mengalami keretakan atau kehancuran.
"Saat ini kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaannya. Ya, sudah dipastikan bahwa untuk saat ini ketiga LPG itu juga sudah kosong ya. Artinya memang gasnya sudah keluar semua dan mudah-mudahan semuanya aman," lanjutnya.
Akibat insiden ini, sebanyak lima orang dilaporkan mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
"Korban, saat ini ada empat korban laki-laki, kemudian satu korban perempuan, sudah dirawat di Rumah Sakit Haji. Ya, mudah-mudahan segera diberikan kesembuhan," tutur Kapolrestabes.
Dampak getaran ledakan tersebut juga memicu kerusakan pada puluhan bangunan di sekitarnya. Sebagian besar kerusakan berupa kaca pecah akibat tekanan udara yang kuat saat ledakan terjadi.
"Kerusakan yang terjadi di seputaran TKP, ini terdata sampai saat ini kurang lebih 41 yang mengalami rusak berupa pecah kaca sebagian besar. Karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat," kata Luthfi.
Ia merinci bahwa dari 41 bangunan yang terdampak, sebagian merupakan ruko di seputaran area lokasi dan 15 di antaranya adalah rumah warga yang berada di area belakang. Dari total keseluruhan, sebanyak lima bangunan mengalami rusak berat, sementarasisanya rusak ringan.
Mengenai pemeriksaan saksi kunci maupun pemilik usaha, pihak kepolisian menegaskan masih berfokus pada evakuasi dan penanganan darurat di lokasi.
"Belum, lah. Kita sementara tahap penanganan TKP dan penanganan korban dulu, ya," tutup Luthfi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....