Konvoi Perguruan Silat Berujung Bentrokan di Trosobo

  • 05 Okt 2026 23:31 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo - Konvoi sekitar 50 anggota perguruan silat berujung bentrokan dengan warga di Jalan Raya Trosobo, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Seorang pemuda yang tertinggal dari rombongan menjadi sasaran pengeroyokan hingga mengalami luka sobek di bagian kening.

‎

‎Bentrokan tersebut diketahui setelah Polsek Taman menerima laporan masyarakat dan memantau siaran langsung di TikTok yang memperlihatkan rombongan perguruan silat melintas di wilayah Kecamatan Taman.

‎

‎Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan bersama perwira pengendali (Padal), personel patroli, dan Reskrim kemudian bergerak ke lokasi. Setibanya di depan PT Mega Baja, Jalan Raya Trosobo, petugas mendapati massa dari Desa Trosobo dan Kramat Jegu memenuhi ruas jalan.

‎

‎“Begitu mendapatkan informasi adanya bentrokan, kami langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan meluas,” kata Bagus dalam keterangan yang diterima, Senin 5 Oktober 2026.

‎

‎Di tengah kerumunan, polisi menemukan seorang pemuda dalam kondisi terluka. Petugas berupaya mengevakuasinya menggunakan mobil patroli. Namun, proses evakuasi sempat terkendala karena massa masih mengejar korban.

‎

‎“Korban mengalami luka sobek pada bagian kening. Kami langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

‎

‎Polisi kemudian membawa korban melalui jalur alternatif Jalan Raya Tanjungsari menuju Puskesmas Taman karena Jalan Raya Trosobo masih dipenuhi massa.

‎

‎Korban diketahui berinisial YP (25), warga Ambulu, Jember, yang tinggal di sebuah rumah kos di Kecamatan Sukodono. Setelah mendapat perawatan, YP diamankan sementara oleh polisi. Saat itu, korban masih dalam kondisi terpengaruh alkohol sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarganya.

‎

‎Dari pemeriksaan awal, YP mengaku sebelumnya berkumpul bersama rombongan perguruan silat di sebuah warung kopi di sekitar Korem. Mereka disebut tengah menggalang dana untuk membantu rekannya yang menjadi korban pembacokan di Kecamatan Buduran.

‎

‎Setelah kegiatan selesai, YP bersama sekitar 50 orang lainnya bergerak menggunakan sepeda motor menuju arah Krian. Saat melintas di Jalan Raya Trosobo, rombongan terlibat bentrokan dengan warga hingga tercerai-berai.

‎

‎YP yang berusaha melarikan diri ke arah Krian tidak berhasil keluar dari lokasi karena akses jalan tertutup massa. Ia kemudian tertinggal dari rombongan dan menjadi sasaran pemukulan.

‎

‎“Dari keterangan korban, saat itu rombongan kocar-kacir. Korban tidak dapat melarikan diri karena jalan tertutup massa dan kemudian mengalami pemukulan,” kata Bagus.

‎

‎Polsek Taman selanjutnya meningkatkan patroli untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan. Sekitar pukul 03.30 WIB, Kapolsek bersama Padal dan personel patroli kembali menyisir Jalan Raya Trosobo.

‎

‎Situasi berangsur kondusif setelah massa meninggalkan lokasi. Arus lalu lintas di kawasan tersebut juga kembali sepi.

‎

‎Sementara itu, sepeda motor milik YP yang sempat diamankan di Polsek Taman setelah diserahkan warga, kemudian dijemput keluarganya. Sekitar pukul 04.30 WIB, korban bersama sepeda motornya dibawa pulang oleh keluarga.

‎

‎

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....