Uban Muncul di Usia Muda, Apa Penyebabnya?
- 05 Okt 2026 16:57 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Munculnya uban kerap dikaitkan dengan pertambahan usia. Namun, rambut berwarna putih atau abu-abu juga dapat muncul ketika seseorang masih berusia muda. Kondisi ini tidak selalu menandakan penuaan, karena waktu munculnya uban dapat dipengaruhi berbagai faktor.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, rambut beruban dini berkaitan dengan gangguan fungsi folikel rambut dalam menghasilkan melanosit, yaitu sel yang menghasilkan pigmen warna rambut. “Rambut beruban dini (RBD) merupakan suatu kelainan pada folikel rambut yang mengalami gangguan fungsi dalam menghasilkan melanosit,” demikian ditulis Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.
Melanosit berperan dalam menghasilkan melanin yang memberikan warna pada rambut. Ketika produksi melanin berhenti atau berkurang, rambut yang tumbuh kemudian kehilangan pigmennya sehingga terlihat putih atau abu-abu. Kementerian Kesehatan menjelaskan, folikel rambut memiliki sel punca yang dapat menghasilkan melanosit. Gangguan fungsi atau kematian sel tersebut dapat menyebabkan rambut beruban lebih dini.
Selain faktor pada folikel rambut, faktor keturunan juga dapat memengaruhi kapan uban mulai muncul. American Academy of Dermatology atau AAD menyebut, seseorang yang orang tuanya mengalami uban lebih awal memiliki kemungkinan mengalami kondisi serupa.
“Jika rambut orang tua Anda berubah menjadi abu-abu lebih awal, rambut Anda mungkin juga demikian,” demikian penjelasan AAD dalam materi edukasinya mengenai penyebab rambut beruban. Kutipan tersebut diterjemahkan dari bahasa Inggris.
AAD menjelaskan, secara umum rambut mulai beruban pada usia 30-an hingga 40-an. Meski begitu, sebagian orang dapat mengalami perubahan warna rambut lebih awal. Selain faktor genetik, kondisi kesehatan tertentu dan pola hidup juga dapat memengaruhi waktu munculnya uban.
Stres juga menjadi salah satu faktor yang dikaitkan dengan munculnya uban. Menurut AAD, ketika seseorang mengalami stres, tubuh dapat melepaskan hormon norepinefrin yang memengaruhi sel melanosit di dalam folikel rambut.
“Stres telah terbukti mempercepat tanda-tanda penuaan, termasuk rambut beruban,” demikian ditulis AAD dalam materi edukasinya. Kutipan tersebut diterjemahkan dari bahasa Inggris.
Meski demikian, munculnya uban pada usia muda tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat stres. Faktor keturunan, kondisi kesehatan tertentu, maupun kebiasaan hidup dapat ikut berperan. Karena itu, penyebabnya dapat berbeda pada setiap orang.
Kementerian Kesehatan juga mencatat, sejumlah penelitian mengaitkan rambut beruban dini dengan mekanisme biologis seperti stres oksidatif, gangguan perbaikan DNA, inflamasi dan perubahan hormonal. Penelitian tersebut antara lain menyoroti kemungkinan hubungan rambut beruban dini dengan risiko aterosklerosis pada usia muda.
Artinya, keberadaan uban pada usia muda tidak serta-merta menunjukkan seseorang mengalami penyakit tertentu. Jika uban muncul dalam jumlah banyak atau perubahan terjadi secara cepat dan disertai keluhan lain, pemeriksaan oleh tenaga medis dapat dilakukan untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Untuk membantu menjaga kesehatan rambut, AAD menyarankan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung vitamin dan mineral, mencukupi waktu tidur, tidak merokok serta mengelola stres. Langkah tersebut dapat membantu menjaga kesehatan rambut, meski tidak sepenuhnya mencegah munculnya uban yang berkaitan dengan faktor genetik atau proses alami.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....