Buka Musran PDIP, Armuji Tegas Kader Main Calo Bisa Dipecat

  • 04 Okt 2026 11:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya yang juga Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap kader yang memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi. Kader yang terbukti bermain proyek, menjadi calo, hingga menarik uang dari warga terancam mendapat sanksi tegas sampai pemecatan.

Penegasan tersebut disampaikan Armuji saat membuka Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kota Surabaya, Sabtu, 3 Oktoner 2026. Ia meminta seluruh kader, terutama pengurus ranting, menjaga marwah partai dengan bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Armuji mengatakan kekuatan partai tidak hanya berada pada struktur organisasi, tetapi juga pada kedekatan kader dengan masyarakat. Karena itu, pengurus ranting diminta aktif turun ke lapangan untuk mendengar persoalan warga sekaligus memperjuangkan aspirasi mereka.

"Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, melihat ke bawah, karena masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Kita harus turun dan membantu," kata Armuji.

Ia menilai keberadaan struktur partai mulai tingkat pusat hingga ranting harus menjadi kekuatan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Termasuk dengan memanfaatkan keberadaan kader PDI Perjuangan di DPRD Kota Surabaya, DPRD Jawa Timur, DPR RI maupun pemerintahan daerah.

Namun, Armuji mengingatkan posisi dan jaringan tersebut tidak boleh dimanfaatkan untuk mencari keuntungan pribadi. Ia secara khusus menyoroti praktik percaloan, pungutan terhadap warga, penyalahgunaan program bantuan, permainan proyek, hingga permintaan imbalan dalam rekrutmen tenaga kerja.

"Kalau sampai ketahuan menarik uang, bermain proyek, menjanjikan orang masuk outsourcing lalu meminta imbalan, dan itu terbukti setelah diverifikasi, maka kami tidak segan-segan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan," ujarnya.

Menurut Armuji, sikap tersebut diperlukan untuk menjaga nama baik partai sekaligus mencegah terulangnya persoalan yang pernah terjadi. Program maupun bantuan yang diperjuangkan melalui partai, kata dia, harus benar-benar diterima masyarakat tanpa dipotong atau dimanfaatkan oknum kader untuk kepentingan pribadi.

Selain mengingatkan soal integritas kader, Armuji juga meminta seluruh jajaran partai tidak terpengaruh provokasi maupun upaya adu domba dari pihak luar. Ia meminta kader tetap fokus menjalankan kerja-kerja politik di tengah masyarakat.

"Makanya, kalau ada partai-partai baru yang telah mengejek-ngejek PDI, yang telah mengadu domba kita, itu abaikan saja. Yang penting kita bekerja untuk rakyat. Kita mau mendengar, kita melihat ke bawah. Bahwa di sana itu masih ada rakyat kita yang membutuhkan bantuan kita. Membutuhkan pertolongan kita," tuturnya.

Dalam Musran tersebut, Armuji juga mengingatkan kader mengenai agenda politik menuju Pemilu 2029. Ia meminta konsolidasi organisasi hingga tingkat ranting dibarengi dengan kerja nyata untuk masyarakat.

"Sebagai ujung tombak partai, ranting harus mampu menarik hati rakyat. Kalau kompak, solid, dan bekerja untuk masyarakat, saya yakin kita bisa memenangkan kembali pertarungan 2029," ujarnya .

Musyawarah Ranting menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PDI Perjuangan Kota Surabaya hingga tingkat kelurahan. Forum tersebut sekaligus menjadi momentum penetapan kepengurusan ranting yang akan menjadi garda terdepan partai dalam menyerap aspirasi dan melayani masyarakat.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....