Bupati Sidoarjo Minta Pungutan Pedagang CFD Diturunkan
- 02 Okt 2026 15:34 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengevaluasi total pelaksanaan kegiatan Bebas Kendaraan Motor (Car Free Day/CFD) di kawasan Alun-Alun Sidoarjo dan sekitarnya. Bupati Sidoarjo Subandi meminta paguyuban pedagang untuk secara signifikan memangkas besaran pungutan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari yang semula Rp 15.000–Rp 20.000 menjadi Rp 5.000 saja per hari jualan.
Langkah penataan ulang ini diambil guna memastikan bahwa ruang publik yang disediakan pemerintah tetap ramah bagi masyarakat umum serta tidak memberatkan para pedagang kecil dalam mencari nafkah. "Kita ingin masyarakat bisa menikmati ruang publik, sementara pedagang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan," ujar Bupati Sidoarjo Subandi dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Subandi menegaskan bahwa arena CFD pada hakikatnya dihadirkan bukan sebagai komoditas atau ruang yang dibangun untuk kepentingan bisnis semata. Oleh karena itu, skema pungutan internal yang dikelola oleh paguyuban pedagang harus dibuat secara proporsional dan transparan.
Dari usulan skema pungutan baru sebesar Rp 5.000 tersebut, dialokasikan Rp 2.000 untuk kebutuhan internal paguyuban pedagang dan Rp 3.000 sisanya disalurkan langsung guna mendukung operasional pengelolaan sampah di kawasan CFD. "Car Free Day ini berdiri bukan untuk kepentingan bisnis," kata Subandi.
Menurutnya, tata kelola operasional perlu dibicarakan bersama antara pemerintah daerah dan pihak paguyuban agar pemenuhan kebutuhan operasional tidak membebani para pedagang. Sebelumnya, perwakilan Paguyuban Perkumpulan Pedagang Jalanan Indonesia (Pedalindo) menjelaskan bahwa iuran bulanan/mingguan sebesar Rp 15.000 hingga Rp 20.000 yang ditarik selama ini dialokasikan untuk operasional kebersihan, penanganan sampah, hingga dana bantuan sosial bagi anggota paguyuban yang sakit atau meninggal dunia.
Selain soal pungutan, pedagang juga mengusulkan adanya solusi lokasi pengganti yang memadai saat kegiatan CFD diliburkan selama bulan Ramadan. Evaluasi Pemkab Sidoarjo juga menyoroti besarnya dampak aktivitas massa terhadap lingkungan dan fasilitas publik di sekitar Alun-Alun Sidoarjo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono membeberkan bahwa estimasi jumlah pengunjung CFD kini mencapai sekitar 18.030 orang setiap pelaksanaannya. Jumlah pengunjung yang membludak tersebut berbanding terbalik dengan armada kebersihan yang ada.
Saat ini, DLHK Sidoarjo menyiagakan 44 personel kebersihan di 44 titik lokasi alun-alun dan sekitarnya, serta dibantu empat unit dump truck. "Terkait sampah, kami mengarahkan ke TPS3R terdekat. Berapa besarannya silakan. Contoh di TPS Cemengbakalan sebesar Rp 5.000 dengan penanganan sampah yang sudah diolah," katanya.
Arif juga mendorong Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo untuk membatasi serta menertibkan jumlah pedagang lewat sistem karcis resmi. Pembatasan ini dinilai mendesak guna mencegah timbulnya kerusakan fasilitas umum yang makin parah.
Berdasarkan data hasil evaluasi Pemkab Sidoarjo, total nilai kerusakan fasilitas umum akibat dampak keramaian CFD tercatat mencapai Rp 36,6 juta. Angka tersebut meliputi kerusakan median Jalan Ahmad Yani senilai Rp 28,5 juta dan median Jalan Gubernur Suryo sebesar Rp 8,1 juta, di samping timbulnya masalah toilet umum yang kerap mengalami kerusakan akibat kelebihan beban penggunaan (overload).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....