Magang di RRI Surabaya, Tiga Mahasiswa UIN Madura Asah Kompetensi Penyiaran

  • 01 Okt 2026 22:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya -Program dialog interaktif Ngobras Pro1 RRI Surabaya menghadirkan tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri Madura (UINMA) sebagai bintang tamu pada Kamis, 1 Oktober 2026. Siaran yang berlangsung di Studio Pro1 tersebut dipandu Joe Adi Yuanda dan membuka ruang interaksi bagi pendengar melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp.

Ketiga mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam yang tengah menjalani masa magang di RRI Surabaya. Mereka adalah Laras Rahmadhani Safitri asal Solo, Annisa Nanda Pratiwi atau Icha asal Pamekasan, serta Muhammad Rafshanzani Erian atau Raffa yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Dalam perbincangan, Raffa menceritakan perjalanan pendidikannya hingga akhirnya menetap dan menempuh kuliah di Madura. Ia mengaku telah merantau ke Madura sejak lulus sekolah dasar untuk menuntut ilmu di pesantren. “Setelah lulus pondok, pengasuh menyarankan agar saya kuliah di sini saja sambil tetap membantu pondok. Saya pikir, mungkin rezeki saya memang ada di Madura,” ujarnya.

Sementara itu, Laras mengungkapkan ketertarikannya terhadap komunikasi berawal dari keinginannya mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan di bidang Multimedia dan pernah menjalani magang di Radar Madura. “Saya sebelumnya dari jurusan Multimedia dan pernah magang di Radar Madura. Dari pengalaman itulah saya mulai tertarik dan ingin memperdalam ilmu komunikasi secara lebih luas,” ungkap Laras.

Ketertarikan terhadap dunia penyiaran juga disampaikan Raffa. Menurutnya, karakter yang mudah bergaul dan senang berinteraksi dengan banyak orang menjadi salah satu alasan memilih bidang komunikasi dan penyiaran. “Saya orangnya mudah bergaul dan senang berinteraksi dengan banyak orang. Melalui prodi ini saya belajar cara menyampaikan informasi dengan cepat dan tepat kepada masyarakat,” katanya.

Mengenai perkembangan media di era digital, Icha menilai radio tidak kehilangan relevansinya, melainkan mengalami perubahan bentuk dan cara distribusi. “Radio tidak mati, bentuknya yang berubah. Sekarang kita bisa mendengarkan melalui ponsel dan layanan siaran langsung daring. Ini justru memudahkan lebih banyak orang untuk mengaksesnya kapan saja,” jelas Icha. Ia bersama Laras juga berencana mengembangkan podcast yang membahas isu-isu kekinian dan dekat dengan kehidupan anak muda di Madura.

Ketiganya mengakui masih menghadapi tantangan dalam memperkenalkan bidang komunikasi dan penyiaran kepada masyarakat. Laras mengatakan masih ada anggapan bahwa lulusan komunikasi memiliki pilihan pekerjaan yang terbatas. “Banyak yang bertanya, ‘Lulusan komunikasi mau jadi apa?’ Kadang terasa sedikit sedih ketika jurusan kita dianggap remeh, padahal cakupan ilmunya sangat luas,” tuturnya. Mereka pun berkomitmen terus belajar, aktif berorganisasi, dan menghasilkan karya sebagai bagian dari pengembangan diri.

Untuk rencana masa depan, ketiganya memiliki cita-cita yang beragam. Laras tertarik bekerja di balik layar pada bidang yang berkaitan dengan komunikasi, sedangkan Icha memiliki keinginan bekerja di instansi pemerintah maupun menjadi konten kreator. Raffa memiliki target melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.

“Saya ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan berburu beasiswa ke luar negeri,” ungkapnya. Menutup dialog, Joe Adi Yuanda berpesan agar ketiganya terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya. “Dunia komunikasi memang luas dan terbuka bagi siapa saja, tetapi yang membedakan kalian adalah kualitas ilmu dan ketekunan yang kalian miliki. Teruslah berkarya dan jangan pernah menyerah,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....