Gubernur Khofifah Beri Penghargaan kepada 647 Pendonor Darah 75 Kali
- 01 Okt 2026 15:47 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Sebanyak 647 orang pendonor sukarela 75 kali mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan disematkan kepada para sukarelawan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih.
Joko Rustriyanto, menjadi salah satu pendonor muda sukarela yang telah mencapai 75 kali, meski usianya kini baru 35 tahun. Ia mengaku senang, menjadi salah satu sukarelawan yang secara teratur mendonorkah darah, dan semakin bangga telah mendapatkan penghargaan dari Gubernur Jatim.
"Saya bangga dan sangat senang sekali, terkait saya juga mendonorkan sampai 75 kali, dengan usia saya yang tergolong muda, 35 tahun. Saya donor darah sejak umur 20 tahunan," ujarnya, Kamis, 1 Oktober 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan terima kasih kepada para pendonor sukarela yang telah mencapai 75 kali ini. Ia menyebut, pada pendonor adalah orang yang paling ikhlas dan rela, mengingat tidak diketahui darah tersebut akan diberikan kepada siapa.
"Yang panjenengan tidak tahu adalah siapa yang akan menerima darah yang panjenengan donorkan. Jadi kalau ada keikhlasan lahir batin, maka para pendonor darah-lah sesungguhnya yang memiliki keikhlasan lahir batin yang luar biasa," ucap Gubernur Khofifah.
Gubernur Khofifah juga mendorong adanya perluasan para pendonor sukarela melalui Palang Merah Remaja (PMR) yang berkolaborasi dengan Pramuka. Kedua organisasi ini, lanjut Gubernur Khofifah, merupakan para pegiat kegiatan sosial dan layanan kemanusiaan.
"Pada dasarnya menjadi media yang sangat strategis untuk membangun ke-Nusantara-an, keindonesiaan, persatuan, dan kesatuan. Dan kalau itu bisa memberseiringi antara kepramukaan dengan PMR, Palang Merah Remaja, ini skalanya bisa sangat massif," katanya.
Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim Imam Utomo menuturkan, kebutuhan darah di Jawa Timur dalam satu tahun mencapai sekitar 900 ribu kantong, tepatnya kurang lebih 908.889 kantong. Jumlah tersebut terbilang sangat banyak.
"Yang paling banyak memberikan kontribusi adalah para pendonor yang secara rutin mendonorkan darahnya setiap dua setengah hingga tiga bulan sekali. Beliau-beliau inilah yang sangat saya hormati," tuturnya.
Setiap hari di Surabaya, rata-rata ada sekitar 400 orang yang mendonorkan darahnya, dan dalam satu bulan, jumlahnya mencapai sekitar 12 ribu orang. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pembentukan kantor PMI Surabaya 2 sebagai UDD (Unit Donor Darah) sekaligus untuk memenuhi standart CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik).
"Dengan demikian, nantinya akan ada Surabaya 2, izin untuk UDD yang sekarang, kalau memungkinkan, sekaligus diarahkan untuk memenuhi standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Kalau saya mendirikan sendiri, mungkin prosesnya cukup lama, bahkan bisa membutuhkan waktu sekitar tiga tahun sampai mendapatkan izin," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....