Pakar ITS Minta Pemerintah Periksa Pohon Hadapi Angin Kencang

  • 01 Okt 2026 14:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pakar kebencanaan ITS Dr Amien Widodo meminta pemerintah proaktif memeriksa kondisi pohon menjelang angin kencang. Pemeriksaan diperlukan untuk mencegah pohon tumbang yang dapat menimbulkan kerusakan dan korban jiwa.

Amien mengatakan BMKG telah mengingatkan potensi angin kencang menjelang pancaroba menuju musim hujan. Menurutnya, perubahan iklim turut meningkatkan frekuensi dan kecepatan angin kencang.

“Sekarang angin kencang terjadi lebih dari dua kali dan menerjang banyak lokasi,” kata Amien, Kamis. 1 Oktober 2026. Kondisi tersebut kerap diikuti pohon tumbang di berbagai kota Indonesia.

Menurut Amien, pohon tumbang akibat angin kencang telah menimbulkan kerusakan hingga korban jiwa. Karena itu, pohon perkotaan yang berdekatan dengan aktivitas manusia perlu mendapatkan pemeriksaan berkala.

“Pohon perkotaan mestinya diberlakukan seperti bangunan, ada pemeriksaan dan monitoring berkala,” ujarnya. Pemeriksaan tersebut penting karena pohon perkotaan menghadapi berbagai gangguan selama pertumbuhannya.

Amien menjelaskan, pohon tumbang dipengaruhi kombinasi faktor biologis, kondisi lingkungan, serta intervensi manusia. Salah satu faktor utamanya adalah kerusakan dan pembusukan sistem akar.

Menurutnya, pertumbuhan akar sering terhambat karena lahan sempit dan permukaan tanah tertutup aspal. Beton maupun paving block juga membatasi ruang tumbuh akar secara horizontal dan vertikal.

Pemotongan akar akibat pengerjaan utilitas bawah tanah juga dapat melemahkan pohon. “Kabel, pipa air, drainase, atau perbaikan trotoar sering memotong akar penopang utama,” katanya.

Amien menambahkan, drainase buruk dapat menyebabkan tanah tergenang dan memicu pembusukan akar. Infeksi jamur juga dapat merusak struktur akar tanpa terlihat dari permukaan.

Selain akar, kualitas tanah perkotaan turut memengaruhi kekuatan pohon. Pemadatan tanah akibat kendaraan dan aktivitas manusia mengurangi pori-pori tanah serta menghambat oksigen.

“Kondisi tersebut membuat akar tumbuh dangkal di permukaan sehingga daya cengkeramnya lemah,” ujar Amien. Kedalaman akar juga dapat terbatas akibat puing konstruksi atau tingginya muka air tanah.

Amien juga mengingatkan kondisi batang dan cabang pohon yang mengalami kerusakan struktural. Batang keropos akibat pelapukan, rayap, atau jamur dapat menurunkan kekuatan pohon menghadapi angin.

Luka akibat kendaraan, proyek, maupun hama juga menjadi pintu masuk mikroorganisme perusak kayu. “Terkadang ada masyarakat yang membakar pohon,” katanya.

Menurut Amien, cabang ganda yang tumbuh dari satu titik juga berisiko patah. Struktur tersebut rentan terbelah ketika menerima beban angin kencang.

Karena itu, Amien meminta pemerintah segera melakukan pemeriksaan kondisi pohon mulai sekarang. Pemeriksaan dapat dilakukan bersamaan dengan pemangkasan dan perampingan pohon.

Amien juga mendorong masyarakat aktif memeriksa pohon di sekitar rumah dan lingkungan. “Partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk ikut memeriksa pohon,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah perlu segera menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai pohon yang berpotensi membahayakan. Pohon yang kondisinya membahayakan sebaiknya segera ditebang dan diganti dengan pohon baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....