Mengenal Macam-Macam Tipu Daya Setan dan Cara Menghindarinya

  • 01 Okt 2026 10:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Tipu daya setan menjadi salah satu pembahasan yang diangkat dalam program Cahaya Pagi Pro 4 RRI Surabaya pada Kamis, 1 Oktober 2026. Dalam siaran tersebut, Ustaz Muhammad Imron Khamzah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Semampir Kementerian Agama Surabaya, menyampaikan pembahasan mengenai berbagai bentuk tipu daya atau bujuk rayu iblis dan setan serta cara menghindarinya.

Ustaz Imron menjelaskan, dalam perspektif ajaran Islam, setan disebut sebagai musuh yang nyata bagi manusia. Ia merujuk pada QS. Al-Baqarah ayat 168-169 yang menjelaskan adanya godaan setan melalui berbagai cara atau khutuwat. Menurutnya, manusia perlu memahami bentuk-bentuk godaan tersebut agar dapat lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan.

Salah satu kisah yang disampaikan adalah kisah Syekh Barseso, seorang yang digambarkan sangat alim dan memiliki ribuan santri pada zaman Bani Israil. Dalam kisah tersebut, Syekh Barseso disebut mengalami godaan yang berlangsung secara bertahap hingga akhirnya tergelincir akibat bujuk rayu iblis. Ustadz Imron menjadikan kisah tersebut sebagai pelajaran bahwa godaan dapat datang secara bertahap dan manusia perlu senantiasa waspada.

Ustaz Imron juga menjelaskan adanya jenis atau tingkatan godaan setan yang memiliki peran tertentu dalam menyesatkan manusia. “Setan itu mempunyai banyak cara untuk menggoda manusia, di antaranya ada yang menggoda agar manusia tidak bersabar, ada yang mendorong kepada perbuatan zina, dan ada pula yang mendorong manusia untuk berbohong,” ujar Ustaz Imron.

Di antaranya Al-Syabru yang disebut pasuka iblis yang menggoda manusia agar tidak bersabar, Al-A'war yang dikaitkan dengan provokasi menuju zina, serta Miswath/Masuth atau Al-Sauth yang disebut mendorong manusia untuk melakukan kebohongan. Penjelasan tersebut menjadi bagian dari pembahasan mengenai pentingnya mengenali bentuk godaan agar seseorang dapat menjaga sikap dan perilakunya.

Untuk menghindari tipu daya setan, Ustaz Imron mengingatkan pentingnya berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui ta'awwudz. Ia juga menekankan penguatan iman, takwa, dan pemahaman terhadap ilmu agama sebagai bagian dari upaya menjaga diri. Selain itu, istikamah dalam menjalankan ibadah, termasuk menjaga salat wajib, juga ditekankan sebagai bagian dari upaya memperkuat keteguhan diri.

Dalam pembahasannya, Ustaz Imron turut menyampaikan tentang kesempatan bertobat bagi manusia. Menurut penjelasan yang disampaikannya, berbagai dosa masih dapat diampuni Allah SWT apabila seseorang benar-benar bertobat dengan sungguh-sungguh atau taubatan nasuha selama masih hidup. Ia juga menjelaskan bahwa dosa kemusyrikan menjadi pengecualian apabila seseorang meninggal dalam keadaan tersebut tanpa bertobat.

Ustaz Imron kemudian mengingatkan para pendengar agar tidak berhenti memohon pertolongan kepada Allah SWT sekaligus terus belajar. “Saya mengajak kepada diri saya pribadi dan para pendengar untuk jangan pernah bosan berdoa kepada Allah karena Ad-du'a'u silahul mukmin (doa adalah senjatanya orang mukmin). Jangan bosan dan malu untuk belajar ilmu agama maupun ilmu lainnya yang membawa pada kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehati-hatian dalam bertindak dan bertutur kata perlu dijaga karena setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. “Terakhir, sebagai hamba Allah kita harus selalu berhati-hati dalam bertindak dan bertutur kata karena semua akan dimintai pertanggungjawaban,” kata Ustadz Imron. Ia berharap masyarakat senantiasa mendapatkan perlindungan Allah SWT, ditetapkan keimanannya, dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....