Tol Prosiwangi Gending-Paiton Beroperasi, Gratis 14 Hari

  • 30 Sep 2026 15:56 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Tol Prosiwangi segmen Gending-Paiton sepanjang 23,515 km mulai beroperasi 30 September 2026 pukul 10.00 WIB.
  • Pengguna dapat melintas gratis selama 14 hari, tetapi tetap wajib melakukan tapping kartu uang elektronik di gerbang tol.
  • Tol ini diproyeksikan memangkas perjalanan Probolinggo-Besuki menjadi 1 jam 15 menit dan Probolinggo-Banyuwangi menjadi sekitar 3 jam saat beroperasi penuh.

RRI.CO.ID, Probolinggo - Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) segmen Gending-Paiton mulai beroperasi Rabu, 30 September 2026 pukul 10.00 WIB. Segmen sepanjang 23,515 kilometer tersebut dapat digunakan masyarakat tanpa tarif selama 14 hari sebagai bagian dari masa sosialisasi.

Setelah masa tersebut, tarif tol akan diberlakukan sesuai keputusan Menteri Pekerjaan Umum. Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB), Adi Prasetyanto, mengatakan masa tanpa tarif menjadi kesempatan masyarakat mengenali jalur dan fasilitas tol.

Pengguna jalan tetap diminta memperhatikan rambu serta memastikan kesiapan kartu uang elektronik. "Kami mengajak masyarakat untuk menikmati akses baru ini sekaligus mengenali jalur dan fasilitas yang tersedia, dengan tetap memperhatikan rambu-rambu dan ketentuan yang berlaku," ujar Adi.

Sebelum beroperasi, segmen Gending-Paiton telah melalui Uji Laik Fungsi dan Operasi pada 22-24 Oktober 2025. Segmen tersebut kemudian memperoleh Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi dengan predikat bintang 4 pada 12 Februari 2026 dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Meski gratis, pengguna tetap wajib melakukan tapping kartu uang elektronik di gardu tol. Perjalanan dari Gerbang Tol (GT) Kraksaan menuju GT Paiton atau sebaliknya dikenakan tarif nol rupiah.

Sementara pengguna dari Surabaya atau Malang yang menuju segmen Gending-Paiton tetap dikenakan tarif Jalan Tol Trans Jawa hingga GT Gending di Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo.

Segmen Gending-Paiton memiliki dua gerbang tol, yakni GT Kraksaan dan GT Paiton. Masing-masing memiliki enam gardu, terdiri atas tiga gardu masuk, tiga gardu keluar, serta satu gardu reversible.

Jasa Marga juga menyiapkan ambulans, derek, patroli, rescue, shuttle, dan mobile reader di setiap gerbang tol. Pengguna diimbau memastikan bahan bakar dan saldo uang elektronik cukup, serta mematuhi rambu, marka, batas kecepatan, dan arahan petugas.

Dari Simpang Susun (SS) Paiton, pengguna dapat melanjutkan perjalanan menuju Pantai Duta, Pantai Bohay, Utama Raya Resort, dan Pantai Tampora. Sementara dari SS Kraksaan tersedia akses menuju Ranu Agung, Ranu Segaran, Songa Rafting, dan Bremi Eco Park.

Adi mengatakan, Jalan Tol Prosiwangi secara bertahap akan memperkuat konektivitas kawasan timur Jawa Timur. Akses tersebut juga diarahkan untuk mendukung perjalanan menuju Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang.

"Kehadiran Jalan Tol Prosiwangi diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan di Jawa Timur. Selain memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien, pengembangan jaringan ini juga akan membuka akses yang lebih luas menuju berbagai destinasi wisata dan kawasan strategis," kata Adi.

Dari sisi waktu tempuh, perjalanan Probolinggo-Besuki yang sebelumnya sekitar dua jam diproyeksikan menjadi sekitar 1 jam 15 menit. Jika seluruh Tol Prosiwangi beroperasi penuh, perjalanan Probolinggo-Banyuwangi yang sebelumnya sekitar lima jam diproyeksikan menjadi sekitar tiga jam.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, Jalan Tol Prosiwangi diharapkan memperkuat konektivitas, mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta akses ekonomi dan pariwisata hingga Banyuwangi dan Pelabuhan Ketapang. Informasi lalu lintas dan layanan tersedia melalui One Call Center Jasa Marga, akun X @PTJASAMARGA, aplikasi Travoy, dan media sosial resmi Jasa Marga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....