Lima Keteladanan Hajar dalam Menghadapi Ujian
- 30 Sep 2026 07:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kisah Hajar, ibunda Nabi Ismail, mengajarkan lima keteladanan dalam menghadapi ujian, yakni yakin kepada Allah, berdoa, berikhtiar, beramal, dan berserah diri kepada Allah. Hal tersebut disampaikan Ustazah Ilma Khusna Kader Pemudi Persis Jatim dalam program Mutiara Pagi PRO 1 RRI Surabaya, Rabu, 30 September 2026. Menurutnya, kisah Hajar menunjukkan bagaimana seorang ibu tetap teguh menghadapi kondisi sulit dengan keyakinan kepada Allah.
Ustazah Ilma menjelaskan, Hajar bersama putranya, Ismail, ditempatkan Nabi Ibrahim di sebuah lembah yang pada saat itu belum dihuni manusia. Hajar hanya membawa bekal kurma dan air untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan Ismail.
Kisah tersebut juga tergambar dalam QS Ibrahim ayat 37, ketika Nabi Ibrahim berdoa agar keturunannya yang ditempatkan di lembah dekat Baitullah dapat mendirikan salat, serta memohon agar hati manusia cenderung kepada mereka dan Allah memberikan rezeki.
“Dari kisah ini ada hikmah yang bisa kita petik. Pertama, keyakinan yang begitu kuat kepada Allah. Kedua, berdoa meminta kekuatan kepada Allah, kemudian berikhtiar dan beramal, serta berserah diri kepada Allah,” ujar Ustazah Ilma.
Saat persediaan air habis, Hajar tidak hanya menunggu pertolongan. Ia berusaha mencari sumber air dengan berjalan dan berlari antara Bukit Safa dan Marwah. Ia melakukan perjalanan tersebut sebanyak tujuh kali hingga Allah memberikan pertolongan melalui air Zamzam.
Menurut Ustazah Ilma, sikap Hajar menunjukkan bahwa tawakal kepada Allah berjalan bersama ikhtiar. Dalam kondisi sulit, seseorang tetap perlu melakukan usaha terbaik, sembari meyakini bahwa hasil akhirnya berada dalam ketetapan Allah.
Rasulullah SAW juga memberikan penghargaan terhadap perjuangan Hajar. Dalam Sahih al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Semoga Allah merahmati ibu Ismail,” berkaitan dengan upaya Hajar mengambil dan menampung air Zamzam.
Ustazah Ilma mengatakan, keteladanan Hajar relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang menghadapi keadaan yang tidak mudah dan belum mengetahui jalan keluarnya.
“Yakin kepada Allah, berdoa, berikhtiar, beramal, dan kemudian berserah diri kepada Allah. Itu yang bisa kita teladani dari Ummu Ismail, Hajar,” katanya.
Ia berharap kisah Hajar dapat menjadi penguat bagi masyarakat agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi ujian. Keyakinan kepada Allah perlu diwujudkan melalui doa, usaha, amal kebaikan, dan tawakal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....