Satlantas Polrestabes Surabaya Gelar Dapur Gratis Pejuang Jalanan
- 29 Sep 2026 19:22 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Satlantas Polrestabes Surabaya menggelar perdana Dapur Gratis Pejuang Jalanan dengan menyediakan 200 porsi makanan bagi pekerja dan masyarakat yang membutuhkan.
- Program makan gratis ini akan digelar rutin setiap Selasa dan Kamis. Donasi yang terkumpul saat ini disebut menopang kegiatan hingga enam bulan.
- Dapur Gratis Pejuang Jalanan juga menjadi ruang komunikasi antara polisi dan pekerja jalanan untuk menyampaikan persoalan selama beraktivitas di jalan.
RRI.CO.ID, Surabaya - Satlantas Polrestabes Surabaya bersama sejumlah pihak menggelar perdana Dapur Gratis Pejuang Jalanan di Pos Polisi Bundaran CITO Mall, Selasa, 29 September 2026. Program ini menyediakan makanan bagi pengemudi ojek online, pengemudi taksi, petugas kebersihan, dan masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 200 porsi makanan disiapkan, terdiri dari nasi putih, ayam goreng, tahu bali, telur ceplok, tahu fantasi, sayur, sambal, kerupuk, dan es teh. Kanit Regiden Satlantas Polrestabes Surabaya, AKP Riza Aribowo, mengatakan program tersebut dilatarbelakangi banyaknya masyarakat yang menghabiskan waktu untuk beraktivitas di jalan.
“Di Surabaya ini begitu banyak macam latar belakang masyarakat. Sedangkan kami di lalu lintas tugas pokoknya di Kamseltibcarlantas,” ujar Riza.
Menurutnya, program tersebut bukan hanya menyediakan makanan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul dan menyampaikan persoalan yang dihadapi para pekerja jalanan. Makanan yang disiapkan bahkan mencapai sekitar 300 porsi karena mendapat tambahan bantuan dari sejumlah donatur berupa beras, lauk, kerupuk, hingga minuman.
“Jadi makan gratis ini masaknya 200 porsi, cuman kenyataannya bisa sampai 300 porsi. Ada yang bantu beras, bantu lauk, ada yang bantu cuma kerupuk, ini ada yang bantu es teh juga,” katanya.
Dapur Gratis Pejuang Jalanan akan digelar rutin setiap Selasa dan Kamis. Donasi yang terkumpul saat ini disebut dapat menopang pelaksanaan program selama enam bulan ke depan.
Salah satu penerima manfaat, Sofi, pengemudi Grab berusia 45 tahun asal Surabaya, mengaku bekerja mulai pukul 05.00 hingga sekitar pukul 19.00 WIB. “Saya mulai jam lima subuh sampai jam tujuh malam. Kalau makan siang itu di mana-mana, kadang kalau ada di warkop, kadang di jalan, di warung-warung, enggak mesti,” ujar Sofi.
Sofi menilai kegiatan tersebut membantu pengemudi yang sehari-hari bekerja di jalan. Ia berharap program makan gratis tersebut dapat terus dilaksanakan secara rutin.
Penerima manfaat lainnya, Bela, pengemudi Gojek berusia 30 tahun, datang bersama dua anaknya. Ia mengaku terbantu karena tidak memiliki jadwal kerja tetap dan harus bergantian menjaga anak dengan suaminya.
“Enak, porsinya banyak. Ya wis, gitu. Jadi makan siangnya terjamin,” kata Bela.
Selain berbagi makanan, program ini diarahkan menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat yang sehari-hari beraktivitas di jalan. Lokasi pelaksanaan juga dapat menyesuaikan titik berkumpul komunitas pengemudi ojek online.(Munisa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....