DPRD Surabaya Desak Penanganan Serius Kasus Eksploitasi Anak
- 29 Sep 2026 17:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Maraknya fenomena eksploitasi anak di Kota Surabaya turut menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Michael Leksodimulyo menilai faktor tekanan ekonomi serta ketidaktahuan orang tua menjadi pendorong utama pemicu masalah tersebut.
"Eksploitasi itu disengaja atau tidak disengaja. Dan faktor yang terjadi pada waktu itu adalah faktor ekonomi," kata Michael.
Kondisi keuangan yang memprihatinkan kerap memaksa anggota keluarga untuk mencari pendapatan harian tambahan. Sebagian warga bahkan nekat mempekerjakan hingga menyewakan anak-anak mereka untuk mengamen.
"Jadi faktor ekonomi lah yang akan menyebabkan mereka itu menjadi seperti itu. Jadi bukan hanya suami, bukan hanya ibunya, tetapi juga anak-anak itu dikaryakan," ujarnya.
Anak-anak korban eksploitasi di jalanan sering kali dibebani target setoran harian yang memberatkan. Mereka bahkan tidak diperbolehkan pulang ke rumah jika target uang tersebut belum terpenuhi.
"Dan yang lebih parah lagi, ini disewakan. Jadi ada yang disewakan untuk mengamen di tempat transportasi umum dan sebagainya," ujarnya.
Praktik penyewaan anak rentan terjadi pada warga miskin di beberapa titik wilayah Kota Surabaya. Fenomena ini memerlukan penanganan serius serta edukasi yang tepat sasaran bagi para orang tua.
"Saya punya pengalaman pendampingan untuk anak-anak yang dieksploitasi dengan ada target setoran. Karena kalau waktu yang lalu itu, kalau dia tidak mendapatkan 100 ribu, anak tersebut tidak bisa pulang ke rumah," tutur Michael.
Anak-anak seharusnya mendapatkan hak dasar mereka untuk bermain, beristirahat, dan fokus menempuh pendidikan. Penanganan masalah ini tidak dapat dibebankan semata-mata kepada para orang tua.
"Dan ini sangat memperhatinkan untuk kami sebagai wakil rakyat. Apa yang harus kita tindaki adalah bagaimana kita memberikan edukasi kepada warga miskin. Bahwa tidak baik untuk mengeksploitasi anak untuk mendapatkan penghasilan tambahan," katanya.
Peran aktif pengurus RT, RW, dan kader KSH sangat penting untuk memantau kondisi lingkungan setempat. Selain itu, kolaborasi lintas dinas jajaran Pemkot Surabaya juga harus diperkuat secara berkelanjutan.
"Karena anak-anak ini butuh tempat bermain, butuh waktu istirahat. Dan konsentrasinya lebih banyak di sekolah," ujarnya.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian berada di kawasan pemukiman padat serta pinggiran kota. Penertiban dari petugas Satpol PP mulai mengurangi maraknya keberadaan pengamen anak di tempat umum.
"Dan apa yang harus kita lakukan, kita tidak bisa semata-mata menuntut dari orang tua. Karena faktor ekonomi, faktor pendidikan dan ketidaktauan," tutur Michael.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....