DPRD Surabaya Imbau Warga Tak Panik, Tetap Waspada Sesar Aktif
- 20 Sep 2026 21:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Pdt. Rio Pattiselanno mengapresiasi langkah Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terbuka menyampaikan informasi mengenai potensi bahaya gempa secara geologis di Kota Pahlawan.
Menurut Rio, keterbukaan informasi mengenai keberadaan sesar aktif penting agar masyarakat memahami potensi risiko yang ada. Namun, informasi tersebut tidak seharusnya menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Yang harus kita apresiasi dari Wali Kota dan jajaran Pemkot Surabaya adalah tidak menutup-nutupi informasi bahwa secara geologis Surabaya memiliki potensi bahaya gempa. Namun masyarakat juga tidak perlu panik. Keberadaan sesar aktif bukan berarti gempa akan terjadi sekarang atau dalam waktu dekat,” ujar Rio.
Ia menegaskan, masyarakat perlu memahami perbedaan mendasar antara potensi dan prediksi. Keberadaan sesar aktif merupakan informasi mengenai potensi bahaya, bukan prediksi bahwa gempa akan terjadi pada waktu tertentu.
Informasi mengenai sesar, menurutnya, harus menjadi dasar untuk memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan, bukan justru membuat masyarakat takut. Pemerintah perlu memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, melakukan pemetaan risiko, serta meningkatkan ketahanan bangunan dan infrastruktur vital terhadap potensi guncangan gempa. Selain itu, pemerintah dinilai perlu memperjelas jalur evakuasi serta meningkatkan edukasi dan simulasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Tujuan informasi mengenai sesar bukan untuk membuat masyarakat takut terhadap gempa, tetapi membuat masyarakat lebih siap menghadapi gempa,” katanya.
Rio juga mendorong Pemkot Surabaya menyampaikan risiko berdasarkan data sekaligus memberikan panduan yang jelas mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat dalam menghadapi potensi gempa.
Salah satu langkah yang diusulkan adalah pembuatan kanal resmi yang secara khusus menyajikan informasi mengenai sesar Surabaya dan cara menghadapi risiko gempa. Kanal tersebut diharapkan menjadi rujukan masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar sekaligus mengurangi ketergantungan pada informasi di media sosial yang berpotensi menyesatkan.
“Buat kanal resmi tentang informasi mengenai Sesar Surabaya dan cara menghadapi risiko gempa, sehingga warga Kota Surabaya bisa mendapatkan informasi yang benar dan terhindar dari informasi dan istilah-istilah yang berbeda,” ujarnya.
Di bidang infrastruktur, Rio mengusulkan adanya program audit ketahanan bangunan di Kota Surabaya. Program tersebut dapat mendorong masyarakat untuk mengetahui sejauh mana bangunan yang mereka tempati mampu menghadapi guncangan gempa.
Menurutnya, mitigasi juga harus dilakukan melalui edukasi dan simulasi kebencanaan secara langsung di lingkungan masyarakat. Pelaksanaannya dapat melibatkan unsur RT, RW, LPMK, kelurahan hingga kecamatan agar kesiapsiagaan tidak hanya berhenti pada tingkat pemerintah kota.
“Intinya warga Kota Surabaya tidak boleh panik karena sesar, tetapi juga tidak boleh lengah karena sesar,” ujar Rio.
Ia menilai kondisi tersebut dapat menjadi momentum bagi Surabaya untuk memperkuat sistem mitigasi dan membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Justru melalui kondisi ini dapat dijadikan momentum untuk membangun ‘Surabaya Kota Tangguh Gempa’. Dengan data yang terbuka, bangunan yang lebih aman, masyarakat yang terlatih dan pemerintah kota yang siap,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....