Lonjakan Kasus ISPA Capai 4.880 Picu Kewaspadaan Influenza Varian Baru

  • 20 Sep 2026 07:56 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo meningkatkan kewaspadaan terhadap temuan influenza varian baru di tengah lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan, tercatat 4.880 kasus ISPA di Sidoarjo sejak minggu ke-29 hingga minggu ke-36 tahun 2026.

‎Kewaspadaan tersebut dituangkan Dinkes Sidoarjo melalui surat kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) untuk meningkatkan pemantauan terhadap kasus influenza dan ISPA. Langkah ini dilakukan menyusul adanya peningkatan kasus dalam beberapa pekan terakhir.

‎Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakshmi Herawati Yuwantina, mengatakan temuan influenza varian baru masih dalam pemantauan. Jenis atau karakteristik varian yang dimaksud juga belum dapat dipastikan, sehingga masyarakat diminta tidak menyikapinya secara berlebihan.

‎“Memang terdapat peningkatan temuan influenza varian baru, tetapi masyarakat tidak perlu panik. Berdasarkan data surveilans Kementerian Kesehatan, tingkat aktivitas influenza nasional masih dalam kategori rendah dan situasi masih terkendali,” ujar dr. Lakshmi, Minggu, 20 September 2026.

‎Menurut dia, virus influenza memiliki berbagai subtipe dan dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Karena itu, peningkatan kasus ISPA menjadi perhatian dalam sistem surveilans kesehatan untuk memastikan perubahan pola penyakit dapat segera terdeteksi.

‎Dinkes Sidoarjo bersama seluruh fasilitas pelayanan kesehatan juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus. Pengawasan mencakup perubahan pola penularan maupun tingkat keparahan penyakit sebagai dasar untuk menentukan respons apabila terjadi perkembangan situasi.

‎Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker ketika sedang sakit, serta menghindari kontak dekat dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan. ‎Dinkes juga meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA yang memburuk. Langkah tersebut diperlukan agar kondisi pasien dapat segera diperiksa dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....