Rocky Gerung Dorong Mahasiswa Bangun Kekuatan Berpikir Mandiri
- 20 Sep 2026 00:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pengamat politik Rocky Gerung mendorong mahasiswa untuk membangun kekuatan berpikir secara mandiri. Menurutnya, mahasiswa tidak seharusnya menjadi bayang-bayang kekuasaan atau kabinet pemerintah.
Rocky mengatakan, kampus memiliki peran penting dalam menyuarakan opini publik secara jujur. Menurutnya, kampus menjadi ruang yang relatif bebas untuk menyampaikan pikiran publik tanpa kepentingan diplomasi politik.
“Saya selalu merasa nyaman kalau ada di kampus. Karena hanya kampus yang mampu mengucapkan secara jujur pikiran publik tanpa diedit,” kata Rocky, Sabtu, 19 September 2026.
| Baca juga: Radio, Gelombang yang Mengikat Kebersamaan |
Ia menilai kampus tidak hanya berfungsi sebagai laboratorium akademis. Kampus juga memiliki peran dalam membentuk dan menentukan opini publik melalui gagasan yang berbasis argumentasi.
Rocky menegaskan, opini publik yang dibangun di lingkungan kampus harus berlandaskan argumen. Menurutnya, penyampaian pendapat tidak seharusnya hanya didasarkan pada sentimen.
“Public opinion dia mesti berbasis pada argumen, bukan sentimen,” ujarnya. Rocky juga mengajak mahasiswa untuk mengembangkan kekuatan pikiran sendiri.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengikuti pemikiran atau kepentingan pihak tertentu. “Tumbuhlah dengan kekuatan pikiran sendiri, jangan mau jadi bayang-bayang, apalagi jadi bayang-bayang kabinet,” katanya.
Menurut Rocky, kehadirannya di lingkungan kampus bertujuan untuk mendorong mahasiswa merawat akal sehat. Ia menegaskan tidak memiliki tujuan lain di luar upaya mendorong tradisi berpikir kritis di lingkungan akademik.
Rocky juga menilai demonstrasi merupakan hak mahasiswa. Namun, menurutnya, aksi mahasiswa akan lebih bermakna apabila disertai pertarungan gagasan dan argumentasi.
“Demonstrasi itu adalah hak paten mahasiswa. Tetapi demonstrasi hanya demonstrasi kalau ada pertarungan argumen,” ujarnya.
Ia meminta mahasiswa menyampaikan argumentasi secara terbuka agar dapat diuji dan diperdebatkan. Menurutnya, kritik tidak cukup hanya berupa satire atau sindiran tanpa argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....