Prof I Ketut Soroti Kesesuaian Desain KM Virgo 8 di Indonesia

  • 19 Sep 2026 22:49 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID. Surabaya - Pakar hidrodinamika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama, M.Sc., Ph.D. ikit mengomentari peristiwa tenggelamnya KM Virgo. I Ketut menyoroti kesesuaian desain teknis KM Virgo Transport 8 dengan karakteristik perairan Indonesia.

Menurutnya, kapal yang dirancang untuk beroperasi di Jepang belum tentu memiliki standar desain yang sama untuk kondisi perairan Indonesia. Karakteristik gelombang dan rute pelayaran perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan desain serta performa kapal.

“Apakah kapal Virgo 8 yang di Jepang itu memang didesain dan direkomendasikan untuk perairan Indonesia,” ujar I Ketut. Sabtu, 19 September 2026. Ia mengatakan, aspek tersebut perlu dikritisi, terutama jika kapal beroperasi pada rute dengan karakteristik laut yang berpotensi menghadapi gelombang tinggi.

“Yang perlu dikritisi adalah apakah desain kapal buatan Jepang itu sesuai. Serta direkomendasikan untuk berlayar di lautan Indonesia dengan gelombang tinggi,” katanya.

Menurut Prof I Ketut, karakteristik rute pelayaran yang ekstrem dapat menuntut standar desain lambung kapal yang berbeda. Namun, analisis mengenai aspek teknis kapal belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab hilangnya KM Virgo Transport 8.

“Jadi semua yang dilakukan itu sifatnya dugaan. Silakan memberi analisis, tapi kesimpulannya adalah ada di KNKT,” ujarnya.

Sementara itu, warga Surabaya, Heri, menilai standar keselamatan kapal perlu menjadi perhatian setelah peristiwa hilangnya KM Virgo Transport 8. Menurutnya, standar operasional dan teknis pelayaran perlu terus dievaluasi untuk mencegah persoalan kecil berkembang menjadi bencana.

“Kalau masalah kapal yang bukan standarnya kalau menurut saya, wilayah Jepang juga kepulauan, tapi saya kurang paham juga,” ujar Heri. Ia berharap evaluasi terhadap standar perkapalan dilakukan secara menyeluruh, terutama karena menyangkut keselamatan manusia.

Menurutnya, kekurangan yang terlihat sepele tetap harus mendapat perhatian serius dalam operasional kapal. “Kalau memang ada kekurangan, tapi setidaknya itu masalah yang sepele bisa jadi bencana,” katanya.

Heri menilai aspek standar keselamatan perlu lebih ditekankan dalam transportasi laut. Terlebih, kapal tidak hanya mengangkut barang, tetapi juga membawa penumpang yang keselamatannya harus menjadi perhatian utama.

KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa pada Minggu. 13 September 2026, sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal tersebut sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September2026.

KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang, terdiri dari penumpang, awak kapal, dan kru. Selain itu, kapal tersebut juga membawa 89 kendaraan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....