Polda Jatim Siagakan Posko DVI di RS Bhayangkaran Surabaya

  • 15 Sep 2026 06:08 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menyiagakan Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara H. Samsoeri Mertojoso Surabaya sebagai bagian dari kesiapan penanganan terpadu terkait insiden kecelakaam KM Virgo Transport 8. Sebanyak 20 personel terdiri dari tim DVI, tenaga medis dan personel pendukung disiagakan pada layanan tersebut.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol dr Wahono Edi mengatakan, posko disiapkan untuk memastikan layanan ketika sewaktu-waktu diperlukan dalam perkembangan operasi SAR. “Posko DVI kami siagakan sebagai bagian dari kesiapan penanganan terpadu. Personel dan sarana pendukung telah disiapkan sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan, tim dapat segera melaksanakan tugas sesuai prosedur,” ujar Wahono.

Dijelaskan Wahono, posko tersebut terintegrasi demgan Posko Ante Mortem di Terminal Gapura Surya Nusantara, Surabaya. Di posko tersebut, petugas melayani pendataan informasi dari keluarga korban yang masih dalam proses pencarian.

Adapun data-data yang dikumpulkan terkait informasi identitas, foto korban, hingga pengambilan sampel DNA untuk mendukung proses identifikasi. Data tersebut juga dikoordinasikan dengan stakeholder SAR gabungan yang terlibat dalam proses pencarian korban.

“Fokus utama saat ini tetap mendukung operasi pencarian dan pertolongan. Kami berharap seluruh penumpang dan kru KM Virgo Transport 8 dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Di sisi lain, seluruh unsur Polda Jatim harus tetap siap terhadap setiap perkembangan situasi,” tambahnya.

Perwira menengah kepolisian itu mengimbau masyarakat dan keluarga korban untuk tidak terpengaruh pasa informasi-informasi dari media sosial yang belum terkonfirmasi. Sehingga, keluarga diharap tetap tenang dan dapat terus berdoa untuk hasil terbaik dalam prosss penyelamatan.

Dikabarkan sebelumnya, KM Virgo Transport 8 mengalami insiden kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu 13 September 2026 dini hari. Berdasar data terdapat 243 penumpang yang berada di kapal tersebut.

Dari proses penyelamatan yang sudah berjalan 114 korban sudah terevakuasi terdiri dari 108 korban selamat dan 6 korban meninggal, sementara sisamya 129 masih belum terevakuasi. Oleh karena itu, hingga kini proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....