Wabup Sidoarjo Soroti Proyek Molor Pasar Taman
- 12 Sep 2026 16:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menyoroti keterlambatan sejumlah proyek pembangunan di kawasan Pasar Taman, Kecamatan Taman, Jawa Timur. Proyek yang dibiayai APBD Kabupaten Sidoarjo itu dinilai belum memenuhi target progres, bahkan sejumlah pekerjaan belum menunjukkan perkembangan.
Temuan tersebut disampaikan Mimik setelah melakukan inspeksi mendadak di kawasan Pasar Taman. Sedikitnya empat pekerjaan menjadi perhatian, meliputi pembangunan pagar, pavingisasi, serta dua proyek pembangunan saluran air.
Pada pembangunan pagar, misalnya, target progres pekerjaan disebut sekitar 30 persen. Namun, realisasi di lapangan baru mencapai sekitar 25 persen. Sementara itu, dua pekerjaan saluran air masih tercatat memiliki progres 0 persen. Kondisi serupa ditemukan pada pekerjaan pavingisasi.
Mimik menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan proyek sekaligus pengawasan pekerjaan. Ia menegaskan penggunaan APBD harus diikuti dengan tanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian.
“Kita di Pasar Taman ini menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi. Temuan-temuan ini akan kita tindak lanjuti agar ke depannya pekerjaan sesuai standar dan lebih baik,” kata Mimik dalam keterangan yang diterima, Sabtu, 12 September 2026.
Mimik mengatakan keterlambatan semakin menjadi perhatian karena pekerjaan pembangunan pagar seharusnya telah selesai pada Agustus 2026. Namun, hingga inspeksi dilakukan, progresnya baru sekitar 25 persen. Sementara pekerjaan saluran air belum menunjukkan progres.
“Seharusnya pekerjaan itu Agustus kemarin sudah selesai. Faktanya sampai sekarang cuma 25 persen untuk pekerjaan pagar, sedangkan yang saluran air malah 0 persen. Ini sudah menyalahi aturan,” ujarnya.
Selain menyoroti kontraktor, Mimik mempertanyakan efektivitas pengawasan proyek. Berdasarkan informasi yang diterimanya, konsultan pengawas telah menyampaikan teguran tertulis sebanyak empat kali, tetapi dinilai belum mendapat respons sebagaimana mestinya.
Dengan waktu pengerjaan tersisa kurang dari dua bulan, Mimik meminta kontraktor segera mengejar ketertinggalan tanpa mengorbankan kualitas maupun spesifikasi teknis sebagaimana tercantum dalam kontrak. Ia juga membuka kemungkinan pemberian sanksi tegas, termasuk pemutusan kontrak, apabila kontraktor tidak mampu memenuhi komitmen pekerjaan.
“Kalau memang ada proyek yang sudah tidak sesuai dan tidak komitmen, ke depan ya putus kontrak. Jangan main-main dengan menggunakan anggaran APBD,” kata Mimik.
Mimik memastikan akan kembali memantau perkembangan proyek di Pasar Taman. Pengawasan langsung tersebut dilakukan agar percepatan pekerjaan tidak berujung pada persoalan kualitas maupun pekerjaan yang tidak sesuai ketentuan.
“Saya sendiri nanti yang mengawasi. Saya akan cek lagi pekerjaannya. Jangan sampai pasar yang kondisinya sudah seperti ini, pekerjaannya malah tambah amburadul,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....