EXTRANAS VIII Lamongan Dorong Madrasah Berinovasi
- 12 Sep 2026 17:48 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Lamongan - Expo dan Rapat Kerja Nasional (EXTRANAS) VIII Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Nasional 2026 di Lamongan, Jawa Timur, menjadi ajang madrasah mengembangkan keterampilan dan inovasi pendidikan. Kegiatan ini diikuti 1.254 peserta dari 19 provinsi di Indonesia. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno, membuka EXTRANAS VIII di Sport Center Lamongan, Jumat, 11 September 2026. Kegiatan berlangsung 10-13 September 2026, dengan lokasi di Sport Center Lamongan dan MAN 1 Lamongan.
Amien menekankan pentingnya perubahan dan inovasi agar madrasah mampu menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing, keterampilan, serta karakter. “Kita semua harus berubah. Madrasah harus mampu melahirkan generasi bangsa yang mendunia,” ujarnya saat membuka EXTRANAS VIII.
Menurut Amien, madrasah tidak cukup hanya mengandalkan keunggulan akademik. Pendidikan juga perlu membekali peserta didik dengan keterampilan, soft skill, dan fondasi religiusitas untuk menghadapi tantangan kehidupan.
Ia meminta guru dan pengelola madrasah menjadikan berbagai tantangan sebagai bahan pembelajaran dan pengembangan inovasi. “Kalau ada tantangan, jangan pernah takut untuk menghadapinya. Mari kita pelajari, kita kembangkan, dan kita jawab bersama,” katanya.
Amien juga mengaitkan pengembangan madrasah keterampilan dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dinisbatkan pada ajaran Catur Piwulang Sunan Drajat. Salah satu pesan yang disampaikan adalah “wenehono tongkat marang wong wuto”, yang dimaknai sebagai upaya memberikan bekal kepada mereka yang memiliki keterbatasan, termasuk dalam keterampilan dan kecakapan hidup.
Dalam konteks pendidikan vokasi, ia mendorong madrasah menjadi tempat peserta didik memperoleh keterampilan dan soft skill sebagai bekal menghadapi kehidupan dan dunia kerja. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai tuan rumah EXTRANAS VIII.
Ia menilai kegiatan nasional tersebut tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. “Pergerakan transportasi meningkat, aktivitas ekonomi bergerak, dan UMKM juga mendapatkan manfaat karena produk-produk yang mereka tawarkan dapat dikenal dan dibeli oleh para peserta,” ujarnya, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu, 12 September 2026.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan penyelenggaraan EXTRANAS VIII menjadi kesempatan untuk memperkuat jejaring dan pertukaran pengalaman antarmadrasah. Ia berharap peserta dapat menemukan praktik baik pengembangan pendidikan vokasi yang bisa diterapkan di daerah masing-masing.
“Semoga pertemuan ini juga semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah dalam semangat memajukan pendidikan,” ucapnya.
EXTRANAS VIII menghadirkan expo, kompetisi keterampilan, dan rapat kerja nasional. Sejumlah lomba vokasional digelar secara daring maupun luring, meliputi robotik, tata busana, penyajian kudapan Nusantara, kriya, business plan, desain poster, komik digital, dan sinematografi.
Selain siswa, guru juga ambil bagian melalui kompetisi inovasi pembelajaran. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi madrasah untuk memperlihatkan karya, bertukar gagasan, dan mengembangkan jejaring kerja sama.
Melalui EXTRANAS VIII, pengembangan madrasah keterampilan diarahkan tidak hanya pada penguasaan teknologi dan keterampilan vokasional, tetapi juga pada pembentukan karakter serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....