Gubernur Khofifah Dorong Insan Radio Perkuat Kedaulatan di tengah Banjir Hoaks
- 11 Sep 2026 23:19 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong insan radio di seluruh Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai benteng kedaulatan informasi di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya disinformasi. Radio dinilai memiliki posisi strategis untuk menghadirkan informasi yang cepat, kredibel, sekaligus menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Radio Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) yang tahun ini mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
“Selamat Hari Radio Nasional dan HUT Ke-81 RRI. Terima kasih kepada seluruh angkasawan dan angkasawati yang terus menjaga ruang udara Indonesia dengan informasi yang mencerdaskan, mempersatukan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Khofifah usai mengunjungi RRI Surabaya Jumat 11 September 2026.
Khofifah menyebut, perjalanan radio nasional tidak dapat dipisahkan dari sejarah panjang Radio Republik Indonesia. Sejak didirikan pada 11 September 1945, RRI telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa dalam menyuarakan kemerdekaan, menjaga semangat perjuangan, serta menghubungkan masyarakat di berbagai wilayah Nusantara.
Selain itu, banjir informasi di ruang digital membuat masyarakat berhadapan dengan berbagai macam konten dalam waktu yang sangat cepat. Beberapa berita yang beredar diantaranya tentu ada yang bermanfaat, namun ada pula yang terkontaminasi berita hoaks, yang berpotensi memecah persatuan. Dalam kondisi tersebut, radio memiliki modal penting berupa kredibilitas dan kedekatan dengan pendengar.
“Kedaulatan bangsa saat ini tidak hanya dijaga melalui batas wilayah, tetapi juga melalui ruang informasi. Masyarakat harus memperoleh informasi yang benar agar mampu mengambil keputusan secara jernih dan tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi yang menyesatkan,” ungkapnya.
Mantan Menteri Sosial RI tersebut menjelaskan, semangat “Suara Indonesia Berdaulat” harus diwujudkan melalui penguatan kemandirian informasi dan penyajian narasi kebangsaan yang mampu menjaga persatuan, keberagaman, serta identitas Indonesia.
“Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal karena keterbatasan akses informasi. Radio harus tetap hadir menjangkau seluruh lapisan masyarakat, memberikan ruang bagi beragam suara, dan menjadikan kepentingan publik sebagai orientasi utama,” ungkapnya.
Dengan prinsip tersebut, dirinya berharap media khususnya radio tidak hanya menjadi saluran penyampaian informasi pemerintah, tetapi juga menjadi ruang dialog yang mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik.
“Semoga di usia Ke-81, RRI semakin profesional, inovatif, inklusif, dan dicintai masyarakat. Teruslah menjadi suara yang mempersatukan Nusantara dan menggerakkan Indonesia menuju bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur. Sekali di udara, tetap di udara,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....