Hari Jadi ke-81 RRI, Ketua ISKI Jatim: Radio Harus Menyesuaikan Era Digital

  • 11 Sep 2026 14:25 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah gempuran media digital dan melimpahnya arus informasi, radio dinilai tetap berdiri kokoh sebagai sarana pemberitaan yang teruji. Namun, lembaga penyiaran publik seperti Radio Republik Indonesia (RRI) dituntut untuk terus beradaptasi dan mengubah paradigmanya di era digitalisasi.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur, Dr. Suko Widodo, pada momen Hari Jadi ke-81 RRI yang diperingati, 11 September 2026. Menurutnya, radio memiliki keunggulan utama pada kecepatan dan kemudahan akses informasi bagi masyarakat.

"Radio sudah teruji bertahun-tahun. Ketika hari ini radio berbenturan dengan media online dan platform baru, dia justru tetap tegak dan harus menjadi leading dalam pemberitaan," ujar Suko Widodo.

Meski demikian, Suko menekankan pentingnya merubah paradigma penyiaran dengan memanfaatkan keterbukaan platform digital. Menurutnya, radio tidak hanya mengandalkan siaran konvensional, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat produksi informasi yang terintegrasi.

"Satu konten berita yang diproduksi radio harus bisa diamplifikasi ke berbagai media sosial, baik itu berupa konten meme, video TikTok, maupun platform medsos lainnya. Ini yang perlu dikaji secara sungguh-sungguh, tuturnya.

Lebih lanjut, pria yang juga Dosen di Universitas Airlangga (Unair) mengingatkan dalam upaya modernisasi, langkah efisiensi tidak boleh mengorbankan kerja-kerja jurnalistik di lapangan. Sebagai negara dengan wilayah yang sangat luas, peran RRI sebagai garda terdepan pemenuhan hak informasi publik amat penting.

Di usia ke-81 Suko menilai RRI masih sangat relevan dan dipercaya oleh masyarakat. Keunggulan RRI pada penyampian informasi secara langsung dinilai paling cepat untuk diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Di tengah tekanan luberan informasi yang berpotensi melahirkan polarisasi, RRI harus dikedepankan sebagai representasi publik dan negara. Radio menjadi benteng agar masyarakat tidak diombang-ambingkan oleh informasi yang belum terverifikasi," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....