Sidoarjo Kejar Potensi Zakat Senilai Rp 2,2 Triliun

  • 10 Sep 2026 19:49 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID,Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat menginisiasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di seluruh 346 desa dan kelurahan. Langkah strategis ini ditempuh guna mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat sekaligus menggarap potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Sidoarjo yang diperkirakan mencapai Rp 2,2 triliun per tahun.

‎Inisiasi tersebut digelorakan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 9 September 2026. ‎Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rohman menyampaikan bahwa pengumpulan ZIS di Sidoarjo saat ini sudah berjalan baik, tetapi masih memiliki ruang ekspansi yang sangat besar.

Kehadiran UPZ hingga ke tingkatan pemerintahan terkecil dinilai menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi tersebut. ‎"Sekarang pengumpulan sudah maksimal, tapi belum optimal. Sudah baik, tapi perlu ditingkatkan," kata Ainur dalam keterangan yang diterima, Kamis 10 September 2026.

‎Ia mendorong seluruh kepala desa dan lurah untuk memfasilitasi pembentukan UPZ di wilayah masing-masing. Langkah penguatan kelembagaan ini juga berpijak pada ketentuan Pasal 5 Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 24 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengumpulan ZIS.

‎Menurut Ainur, potensi ZIS di Kabupaten Sidoarjo berdasarkan hasil riset Baznas RI terbilang jumbo, yakni menembus angka Rp 2,2 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunan saat ini masih menyisakan jarak yang cukup lebar.

‎Berdasarkan data Baznas Kabupaten Sidoarjo, total pengumpulan ZIS pada 2025 tercatat sebesar Rp 16,375 miliar. Angka tersebut terdiri atas zakat Rp 896,84 juta, infak dan sedekah Rp 12,93 miliar, serta penerimaan lainnya Rp 2,54 miliar.

‎Dari dana yang terhimpun sepanjang 2025, Baznas Sidoarjo telah menyalurkan Rp 11,507 miliar melalui lima pilar program utama. Penyaluran terbesar diserap oleh program Sidoarjo Peduli sebesar Rp 8,348 miliar untuk penanganan masalah kemanusiaan, seperti program bedah rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan sembako, hingga pemenuhan biaya hidup kaum dhuafa.

‎Selebihnya dialokasikan untuk program Sidoarjo Cerdas senilai Rp 1,599 miliar, Sidoarjo Taqwa Rp 926,55 juta, Sidoarjo Sehat Rp 461,45 juta, serta Sidoarjo Makmur Rp 172,3 juta. ‎Adapun pada periode Januari hingga Juli 2026, total pengumpulan bersih ZIS Sidoarjo telah mencapai Rp 8,556 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 8,111 miliar telah disalurkan kepada para penerima manfaat. ‎Dengan rasio efisiensi penyaluran mencapai 94,8 persen, kinerjanya masuk dalam kategori "sangat tinggi" berdasarkan standardisasi Baznas RI.

‎"Potensi zakat Sidoarjo yang mencapai Rp 2,2 triliun setahun berdasarkan riset Baznas RI dapat kita garap bersama," ujar Ainur.

‎Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kabupaten Sidoarjo M. Chasbil Aziz Salju Sodar menegaskan bahwa penguatan UPZ desa tidak hanya bertujuan memperluas jangkauan penghimpunan, tetapi juga memastikan pemanfaatan dana ZIS bisa dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. ‎"Dana ini akan digunakan langsung untuk membantu tetangga dekat kita yang membutuhkan bantuan bedah rumah, biaya berobat, beasiswa, hingga modal usaha mikro," kata Chasbil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....