LPPM Unesa Dorong Inovasi Kampus Berdampak Nyata

  • 10 Sep 2026 15:55 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Beragam solusi di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi tepat guna, hingga lingkungan itu didorong untuk masuk ke tahap hilirisasi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Puluhan inovasi hasil pengabdian dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tidak hanya dipamerkan dalam SDGs Fair 2026.

Melalui agenda tersebut, Unesa mempertemukan sivitas akademika dengan mitra pengabdian, pemerintah daerah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. Bukan hanya melihat produk inovasi, para peserta juga dapat berdiskusi langsung mengenai proses penerapan, dampak, hingga peluang pengembangan dan kolaborasi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa, Muhammad Turhan Yani, mengatakan diseminasi menjadi bagian penting untuk memastikan hasil pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan program, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

"Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mendiseminasikan berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan oleh sivitas akademika Unesa. Kami ingin memastikan bahwa program-program pengabdian yang dijalankan mampu memberikan dampak nyata, memberdayakan masyarakat, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals," ujarnya.

Puluhan inovasi yang ditampilkan mencakup sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di antaranya pengembangan pendidikan, teknologi tepat guna, kesehatan masyarakat, pemberdayaan UMKM, literasi digital, pengolahan limbah ramah lingkungan, hingga pengembangan desa berbasis potensi lokal.

Keragaman tersebut menunjukkan bahwa pengabdian perguruan tinggi tidak hanya diarahkan pada aktivitas pendampingan, tetapi juga menghasilkan berbagai model solusi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan daerah. Wakil Rektor III Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo, menegaskan bahwa inovasi akademik perlu terus didorong agar memiliki dampak langsung.

"Unesa terus berkomitmen mendukung pencapaian SDGs melalui berbagai program riset dan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana inovasi akademik dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, maupun lingkungan," ucapnya.

Selain memamerkan inovasi, SDGs FAIR 2026 juga menjadi ruang pertukaran praktik baik. Peserta membahas strategi pemberdayaan masyarakat, tantangan penerapan program di lapangan, serta model kolaborasi yang memungkinkan inovasi dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain.

Melalui SDGs FAIR 2026, Unesa ingin memperkuat posisi pengabdian masyarakat sebagai bagian dari ekosistem inovasi kampus. Tantangannya bukan lagi sekadar menghasilkan program, tetapi memastikan solusi tersebut dapat diterapkan, dikembangkan, dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....