ICMI Jatim Apresiasi Pemkot Surabaya Verifikasi Data Desil
- 08 Sep 2026 07:33 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jawa Timur mengapresiasi verifikasi data desil oleh Pemerintah Kota Surabaya.
- Dinas Sosial Kota Surabaya mencatat 3.283 pengaduan ketidaksesuaian data desil hingga September 2026.
- Pemutakhiran data dinilai penting agar perlindungan sosial tepat sasaran dan berkeadilan.
RRI.CO.ID, Surabaya - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jawa Timur mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya memverifikasi data desil warga. Verifikasi dilakukan untuk memperbarui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional agar bantuan sosial tepat sasaran.
Dinas Sosial Kota Surabaya mencatat 3.283 pengaduan terkait ketidaksesuaian data desil hingga September 2026. Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Jawa Timur, Isa Ansori, menilai verifikasi penting untuk memastikan perlindungan sosial berkeadilan.
“Angka memang tidak selalu mampu membaca kehidupan. Tetapi kehidupan juga tidak mungkin dikelola hanya dengan kesan dan persepsi,” kata Isa, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, data sosial harus terus diperbarui karena kondisi masyarakat dapat berubah seiring waktu. Perubahan pekerjaan, penghasilan, jumlah anggota keluarga, tempat tinggal, tanggungan, hingga kepemilikan aset memengaruhi kondisi sosial ekonomi warga.
Isa menyebut ketidaksesuaian data dapat menimbulkan kesalahan berupa warga layak menerima bantuan justru terlewat. Sebaliknya, warga yang sudah relatif mampu juga dapat tetap tercatat sebagai penerima perlindungan sosial.
“Ini yang dalam pengelolaan data disebut exclusion error dan inclusion error. Keduanya sama-sama persoalan keadilan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi mekanisme verifikasi dan sanggah yang memberi ruang masyarakat menyampaikan keberatan serta bukti kondisi faktual. Isa menilai mekanisme tersebut membuat data pemerintah tidak menjadi keputusan sepihak, tetapi dapat dikoreksi berdasarkan kondisi warga.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk jujur dalam memberikan data, termasuk tidak menyamarkan kepemilikan aset demi mempertahankan bantuan. Isa berharap verifikasi tidak berhenti pada penyelesaian pengaduan, tetapi menjadi pemutakhiran data berkala yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....