SMSI Lamongan Didorong Perkuat Profesionalisme Pers Era Digital
- 08 Sep 2026 07:24 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Lamongan – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Lamongan didorong terus memperkuat profesionalisme perusahaan pers dan jurnalis di tengah pesatnya perkembangan media digital. Dukungan itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, M. Freddy Wahyudi, saat menerima audiensi jajaran SMSI Lamongan di Gedung DPRD Lamongan, Senin 7 September 2026.
Freddy menilai derasnya arus informasi digital membuat media menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kemudahan masyarakat mendapatkan informasi juga diikuti maraknya informasi yang belum terverifikasi dan disinformasi.
Karena itu, ia menilai SMSI memiliki peran penting dalam mendorong perusahaan media siber anggotanya meningkatkan kualitas tata kelola maupun produk jurnalistik.
“Pers memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, kualitas pemberitaan harus terus dijaga agar masyarakat senantiasa mendapatkan informasi yang benar, objektif, dan berimbang,” ujar Freddy.
Menurutnya, media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki fungsi edukasi dan kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Ia berharap SMSI dapat menjadi wadah yang mendorong perusahaan pers semakin profesional, independen, dan bertanggung jawab dengan tetap berpedoman pada regulasi serta kode etik jurnalistik.
“Jangan sampai kecepatan mengalahkan akurasi. Media siber harus tetap mengedepankan kode etik jurnalistik dan kepentingan publik di atas segalanya,” tegasnya.
Freddy juga menilai kritik konstruktif dari media merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Kritik yang disampaikan berdasarkan data dan fakta, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi bagi eksekutif maupun legislatif dalam menjalankan kebijakan.
Sementara itu, Ketua SMSI Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar, mengatakan pihaknya berkomitmen mendorong perusahaan media siber anggota SMSI untuk terus meningkatkan profesionalisme dan akuntabilitas.
Menurut Ali, perubahan ekosistem media yang berlangsung cepat tidak boleh membuat perusahaan pers hanya mengejar kecepatan tayang. Kualitas, verifikasi, akurasi, keberimbangan, serta kepatuhan terhadap kode etik tetap harus menjadi pijakan.
“SMSI sebagai wadah perusahaan media siber memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong para anggotanya agar meningkatkan standar tata kelola perusahaan media sekaligus menjaga kualitas produk jurnalistik,” kata Ali.
Ia menambahkan, ketika masyarakat dibanjiri informasi dari berbagai platform, media siber profesional dituntut mampu menjadi rujukan informasi yang dapat dipercaya.
“Media siber harus tampil sebagai rujukan informasi utama yang mengutamakan verifikasi, akurasi, keberimbangan, dan berpihak pada kepentingan publik,” pungkasnya.Angle utamanya: bukan sekadar audiensi SMSI dengan DPRD, tetapi dorongan agar SMSI menjadi penguat profesionalisme media siber di tengah banjir informasi digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....