Penumpukan Ketapang Diurai dengan Tambahan Kapal
- 07 Sep 2026 20:58 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penumpukan penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, diupayakan segera terurai melalui penambahan armada kapal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mempercepat layanan penyeberangan dan mengurangi antrean.
Wakil Gubenrur Jatim Emil Elestianto Dardak, menjelaskan, saat ini tiga kapal telah menerapkan sistem TBB (Tiba, Bongkar, Balik) untuk mempercepat pergerakan kapal di tengah antrean yang terjadi. Melalui sistem tersebut, kapal yang tiba langsung membongkar muatan dan kembali berlayar tanpa memuat barang lagi.
“Jadi saat ini sudah ada tiga kapal yang pakai sistem TBB, tiba, bongkar, balik. Jadi mereka tidak kemudian memuat lagi barang, ini untuk mempercepat keliring antrean yang ada di Ketapang,” kata Emil Dardak, Senin 7 September 2026.
Selain tiga kapal yang telah beroperasi, Kementerian Perhubungan juga tengah menyiapkan tiga kapal tambahan dengan sistem serupa. Penambahan armada itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mempercepat penguraian antrean di Pelabuhan Ketapang.
“Kemudian Pak Dirjen sedang memindahkan lagi tiga kapal lagi. Jadi ini akan menambah jumlah kapal,” ujar Emil.
Upaya lain yang dibahas yakni penguatan layanan dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju Padangbai, Bali. Saat ini terdapat dua kapal yang melayani rute Jangkar-Lembar, sehingga salah satunya diharapkan dapat dialihkan ke rute Jangkar-Padangbai atau ditambah armada baru.
“Menurut Pak Dirjen, sebenarnya Jangkar-Padangbai sudah merupakan rute yang masuk di dalam menu yang ada di Kementerian Perhubungan. Kami kemudian tanya, kalau begitu mana kapalnya,” kata Emil.
Selain Jangkar, Pelabuhan Tanjung Wangi juga disiapkan sebagai alternatif untuk membantu mengurai antrean. Dari sekitar enam kapal yang biasanya beroperasi, saat ini hanya dua hingga tiga kapal yang aktif karena sebagian masih menjalani docking, dan kapal yang sudah siap diharapkan segera dimobilisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....