Gerakan ‘Satria Spentipat’ Inovasi SMPN 34 Surabaya Buat Lahan Ketahanan Pangan
- 06 Sep 2026 13:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Lahan belakang SMP Negeri 34 Surabaya yang sebelumnya kotor dan dipenuhi barang tak terpakai kini berubah menjadi kawasan budidaya produktif. Keberhasilan ini ditandai dengan dilaksanakannya Panen Raya Ketahanan Pangan dan Lingkungan Hidup Sekolah pada Jumat, 4 September 2026.
Melalui gerakan "Satria Spentipat Bersinar", sekolah memanen berbagai komoditas secara bersamaan. Sektor perikanan menghasilkan ikan lele dan nila, sementara sektor peternakan memanen telur dari ayam petelur dan ayam kampung.
Sektor perkebunan turut menyumbang hasil melimpah, seperti cabai, tomat, terung, kacang panjang, labu putih, selada, pakcoy, petai, tanaman obat, hingga jamur. Kepala SMPN 34 Surabaya, Wiwik Yulianti, menyebutkan bahwa perintisan lahan produktif ini sudah dimulai sejak ia mengemban tugas pada 2025.
"Lahan yang sebelumnya kumuh dan penuh barang tidak berguna kami manfaatkan. Selain mendukung ketahanan pangan sekolah, lahan ini juga menjadi media belajar bagi siswa," jelas Wiwik.
Wiwik menambahkan, akronim Satria di sekolahnya membawa nilai karakter: Santun dalam bekerja sama. Amanah menjaga bumi. Tangguh menghadapi tantangan. Religius mensyukuri hasil bumi. Inovatif mengolah sumber daya. Adaptif terhadap perubahan.
Acara panen raya ini dihadiri oleh pengawas sekolah Winarto, Suyono dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, jajaran guru, serta perwakilan Komite Sekolah. Gerakan lingkungan ini turut melengkapi capaian prestasi SMPN 34 Surabaya.
Pada Agustus 2026, sekolah ini menyabet Juara II Festival Gugus Depan Produktif dan Ketahanan Pangan Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat upacara Hari Pramuka ke-65 di Unesa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....