NTP Jatim Agustus 2026 Naik 1,35 Persen, Daya Beli Petani Menguat
- 01 Sep 2026 16:00 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- NTP Jatim Agustus 2026 naik 1,35 persen jadi 119,05, didorong It naik 1,27 persen dan Ib turun 0,08 persen, menunjukkan daya beli petani menguat di perdesaan.
- Empat subsektor naik Tanaman Pangan 2,42 persen, Perkebunan Rakyat 2,04 persen, Peternakan 0,88 persen, Perikanan 0,37 persen, hanya Hortikultura turun 2,60 persen karena bawang merah anjlok.
- NTUP naik 1,15 persen jadi 123,34, pemicu It gabah 2,35 persen, cabai rawit 5,49 persen, jagung 2,42 persen, penahan Ib bawang merah turun 19,79 persen dan tomat sayur 33,02 persen.
RRI.CO.ID, Surabaya - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jawa Timur pada bulan Agustus 2026 tercatat sebesar 119,05 atau naik sebesar 1,35 persen dibandingkan Juli 2026. Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Ir. Herum Fajarwati, M.M mengatakan, peningkatan NTP ini terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) mengalami peningkatan sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) mengalami penurunan.
"NTP Jawa Timur mengalami peningkatan sebesar 1,35 persen, dari 117,46 menjadi 119,05. Peningkatan ini terjadi karena It naik 1,27 persen sedangkan Ib turun 0,08 persen," ujar Herum dalam Berita Resmi Statistik, Senin, 1 September 2026.
Herum menjelaskan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan, serta menunjukkan daya tukar produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi. Jika dirinci per subsektor, empat subsektor mengalami peningkatan NTP dan satu subsektor mengalami penurunan.
"Subsektor Tanaman Pangan naik 2,42 persen menjadi 123,10, ditopang komoditas gabah naik 2,35 persen dan jagung 2,42 persen." katanya.
Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat naik 2,04 persen menjadi 106,15 yang disumbang tebu, tembakau dan kopi. Subsektor Peternakan naik 0,88 persen menjadi 105,13, didorong kelompok unggas naik 4,50 persen dari ayam ras pedaging.
Subsektor Perikanan naik 0,37 persen menjadi 103,15, dengan Nilai Tukar Nelayan (NTN) naik 0,38 persen menjadi 104,56 dan Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) naik 0,37 persen menjadi 101,93. Sementara satu-satunya yang turun adalah Subsektor Hortikultura yang anjlok 2,60 persen menjadi 141,07, disebabkan kelompok sayur-sayuran turun 3,70 persen yang disumbang bawang merah, tomat sayur dan kol.
Untuk penyumbang kenaikan It tertinggi adalah gabah naik 2,35 persen, cabai rawit naik 5,49 persen dan jagung naik 2,42 persen. Sedangkan penyumbang penurunan Ib terdalam adalah bawang merah turun 19,79 persen, tomat sayur turun 33,02 persen dan bawang putih turun 10,98 persen.
BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Timur naik 1,15 persen menjadi 123,34. NTUP mengukur seberapa cepat harga komoditas yang dijual petani dibanding biaya produksi.
"Secara konseptual, NTUP naik karena It naik 1,27 persen sedangkan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) hanya naik 0,11 persen," jelas Herum.
Dibandingkan lima provinsi di Pulau Jawa, seluruhnya mengalami peningkatan NTP. DIY naik tertinggi 1,46 persen, disusul Jawa Timur 1,35 persen, Banten 1,05 persen, Jawa Tengah 0,68 persen dan Jawa Barat 0,27 persen.
Herum menambahkan, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (KRT) di perdesaan Jawa Timur pada Agustus 2026 justru turun 0,21 persen, disebabkan turunnya subkelompok makanan, minuman dan tembakau 0,37 persen dan transportasi 0,28 persen.
Dengan kenaikan NTP dan NTUP ini, daya beli petani Jawa Timur pada Agustus 2026 dinilai menguat dan diharapkan dapat menjaga stabilitas kesejahteraan petani di tengah fluktuasi harga pangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....