Akademisi Perkuat Daya Saing UMKM Sumenep
- 31 Agt 2026 23:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan pelaku usaha, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk perguruan tinggi. Peran akademisi dinilai strategis dalam mendorong transformasi digital sekaligus menjaga keberlanjutan produk UMKM berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama para pelaku UMKM di Kabupaten Sumenep, Sabtu, 29 Agustus 2026. Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui Dr. Dina Novita, SE., MM., memaparkan konsep Quadruple Helix sebagai pendekatan kolaboratif untuk memperkuat daya saing UMKM.
Dalam konsep Quadruple Helix, pengembangan UMKM melibatkan empat unsur utama, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.
Dr. Dina Novita menjelaskan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku UMKM. Menurutnya, dukungan akademisi tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi perlu dilanjutkan melalui pendampingan secara berkelanjutan.
“Perguruan tinggi hadir memberikan pendampingan yang berkelanjutan sesuai kebutuhan pelaku usaha,” ujar Dr. Dina Novita.
Dalam FGD tersebut, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu pembahasan utama. Transformasi digital dinilai dapat membantu UMKM memperluas pemasaran, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat daya saing produk lokal di tengah perkembangan ekonomi yang semakin kompetitif.
Meski demikian, penguatan UMKM melalui teknologi digital tetap diarahkan agar tidak menghilangkan karakter produk daerah. Produk yang mengangkat kearifan lokal justru diharapkan dapat memperoleh ruang pemasaran yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para pelaku UMKM yang hadir. FGD juga dihadiri Kepala DKUPP Kabupaten Sumenep serta sejumlah unsur legislatif, sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Kolaborasi Quadruple Helix diharapkan menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong UMKM Sumenep semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu mempertahankan keunggulan produk berbasis kearifan lokal. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....