Walikota Eri Minta Sistem Parkir Surabaya Diperiksa
- 31 Agt 2026 15:44 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta pengelolaan parkir diperiksa menyeluruh menyusul dugaan setoran tunai. Pemeriksaan dilakukan setelah seorang juru parkir melaporkan masih adanya penarikan setoran tunai.
Eri bahkan mengancam mengganti juru parkir, pengawas, hingga petugas Dinas Perhubungan. Laporan itu disampaikan Didit, seorang juru parkir yang mengaku masih mengalami pungutan tunai.
“Di tempat saya bekerja ini masih ada pungutan. Istilah pungutan itu yang dari Dishub,” ujarnya, Senin, 31 Agustus 2026.
Didit mengatakan lokasi kerjanya telah terdaftar di Badan Pendapatan Daerah Surabaya dan menerapkan digitalisasi. “Tapi kok masih ada penarikan secara tunai,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak mengikuti kebijakan pembayaran non-tunai dan tidak memanfaatkannya untuk pungutan liar. “Jadi apa yang pemerintah tentukan, ya itu yang kita harus jalani,” ujar Didit.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan pemeriksaan telah dilakukan terhadap setoran juru parkir. Pemeriksaan mencakup pencatatan Kepala Pelataran hingga transfer ke Bank Jatim.
“Ada salah satu Jukir yang menyatakan sudah menyetorkan beberapa rupiah. Tapi ketika masuk ke Katar, masuk ke dalam atau ditransferkan ke Bank Jatim,” kata Trio.
Menurut Trio, pemeriksaan menemukan beberapa selisih pendapatan dalam pencatatan setoran parkir. Ia juga menemukan perbedaan pencatatan voucher parkir dengan laporan yang diterimanya.
Sementara itu, Eri mengatakan persoalan bermula dari laporan Kepala Dinas Perhubungan terkait dugaan setoran tunai. “Namun, ditarik dua kali. Yang di tepi jalan umum (TJU) ditarik, yang berada di tempat usaha (persil) juga ditarik,” kata Eri.
Ia mengapresiasi juru parkir yang berani menyampaikan persoalan tersebut kepada Pemerintah Kota Surabaya. “Saya berterima kasih terkait dengan laporan parkir ini,” ujarnya.
Eri kembali mengingatkan masyarakat agar pembayaran parkir menggunakan QRIS atau sistem non-tunai. “Saya masih banyak melihat pembayaran yang dilakukan secara tunai. Saya juga sudah menyampaikan hal ini kepada Trio,” ucapnya tegas.
Eri menegaskan akan mengganti petugas jika persoalan tersebut tidak segera diperbaiki. “Kalau kondisi seperti ini tidak bisa diperbaiki, apalagi jika ada pemeriksaan dari kepolisian, semuanya akan saya ganti,” katanya.
Pergantian itu mencakup pejabat Dinas Perhubungan, pengawas, hingga juru parkir yang masih menerima pembayaran tunai. “Pokoknya kalau jukir hari ini tidak menggunakan non-tunai, masih menerima uang cash, langsung saya ganti orang lain,” katanya.
Eri juga ingin melibatkan anak-anak muda Surabaya untuk menggantikan juru parkir yang tidak menjalankan sistem pembayaran sesuai ketentuan. “Saya ingin anak-anak muda Surabaya yang saya minta untuk mengganti. Ayo, ini Surabaya rumah kita,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....