PRI Dekati UMKM, Konsolidasi Organisasi Diperkuat di Jatim

  • 30 Agt 2026 14:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Partai Rakyat Indonesia (PRI) memperkuat pendekatan kepada masyarakat seiring konsolidasi organisasi di Jawa Timur. Interaksi dengan warga dan pelaku UMKM menjadi bagian dari upaya memahami persoalan di lapangan.

Ketua Umum DPP PRI M Nazaruddin bersama jajaran pengurus mengikuti kegiatan olahraga di Car Free Day (CFD) Taman Bungkul, Surabaya, Minggu, 30 Agustus 2026. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menyapa masyarakat dan berinteraksi dengan sejumlah pelaku UMKM.

“Kami datang ke Surabaya tentu bukan hanya jalan-jalan, tapi tujuannya bahwa Partai Rakyat Indonesia sekarang ada di Jawa Timur secara struktur di provinsi, secara struktur di semua kabupaten/kota,” kata Nazaruddin.

Ia mengatakan konsolidasi organisasi terus dilakukan untuk memperkuat struktur PRI hingga tingkat kecamatan. Targetnya, seluruh kepengurusan kecamatan di Jawa Timur terbentuk paling lambat akhir 2026.

“Ini lagi salah satu koordinasinya untuk bagaimana segera menyusun pengurus di tingkat kecamatan, supaya sampai akhir tahun ini semua kepengurusan di tingkat kecamatan seluruh Jawa Timur bisa terbentuk,” ujarnya.

Selain konsolidasi, PRI juga menyerap aspirasi masyarakat melalui interaksi langsung. Sejumlah warga menyampaikan keluhan terkait fasilitas umum yang membutuhkan perbaikan hingga persoalan sengketa lahan.

“Keluhannya salah satunya memang banyak tempat-tempat fasilitas umum yang perlu diperbaiki. Terus ada beberapa terkait masalah sengketa-sengketa lahan,” katanya.

Nazaruddin berharap persoalan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah. Ia menilai keberadaan pemerintahan harus mampu menciptakan rasa nyaman dan ketenangan bagi masyarakat.

“Tujuan adanya pemerintahan ini ke depan supaya masyarakat tinggal nyaman, bisa hidup dengan tenang dengan keluarganya,” ujarnya.

Sementara Ketua DPD PRI Jawa Timur Syaqif Constantin Arsalan mengatakan kegiatan di CFD Taman Bungkul berlangsung sederhana. Menurutnya, kegiatan tersebut bermula dari keinginan Nazaruddin untuk berolahraga bersama di kawasan CFD.

“Ini kegiatan yang normal saja, bukan kegiatan settingan atau bukan kegiatan yang sudah kita rencanakan. Pak Ketum memang hobinya olahraga. Oleh sebab itu beliau minta, ‘Ayo jalan di tempatnya Car Free Day, kita jalan bareng’,” kata Syaqif.

Syaqif menyebut kesempatan tersebut sekaligus digunakan untuk menyapa pelaku UMKM. Menurutnya, interaksi langsung membantu PRI memahami kebutuhan masyarakat tanpa sekadar mengandalkan laporan organisasi.

“Di jalan bareng ini beliau juga ingin menyapa langsung UMKM. Oleh sebab itu kita masuk ke warung-warung, di mana warung-warung itu benar-benar ada masyarakat juga yang ada di sana,” ujarnya.

Dari sisi organisasi, Syaqif menyebut struktur PRI Jawa Timur telah terbentuk di 24 kabupaten/kota hingga tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC). Ia menargetkan kepengurusan tersebut lengkap di 38 kabupaten/kota pada bulan berikutnya.

“Alhamdulillah saat ini kita sudah ada di 24 kota/kabupaten hingga posisi sudah di PAC, dan bulan depan insya Allah sudah lengkap di 38 kota/kabupaten,” katanya.

Selain penguatan struktur, PRI juga berkomitmen mendukung pelaku UMKM sesuai kebutuhan mereka. Syaqif menyebut dukungan dapat berupa edukasi, berbagi pengalaman usaha, hingga membantu ketika pelaku UMKM menghadapi kendala akses perbankan.

"Partai Rakyat Indonesia tidak berjanji apa-apa. Cuma apa yang diperlukan sama pengusaha mikro, kecil, menengah, insya Allah kita akan memberikan dukungan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....