SIER Himpun Rp423 Juta, Bantu Pengungsi Gempa NTT

  • 28 Agt 2026 13:11 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menghimpun bantuan senilai Rp423 juta untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut dihimpun SIER bersama PT Danareksa (Persero), tujuh anggota holding kawasan industri, tenant, karyawan, serta mitra di lingkungan ekosistem kawasan industri.

Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 Agustus 2026, sebanyak 176 ribu orang masih bertahan di sejumlah posko pengungsian.

SIER mendapat amanah untuk mengoordinasikan proses penghimpunan hingga penyaluran bantuan. Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan permintaan posko di lokasi terdampak.

Direktur Keuangan, Administrasi, dan Manajemen Risiko PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai pihak dalam ekosistem holding kawasan industri. “Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong keluarga besar holding kawasan industri bersama seluruh pihak yang turut berkontribusi. Kami di PT SIER mendapat amanah untuk mengoordinasikan proses penghimpunan hingga penyalurannya agar bantuan dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak,” ujar Rizka.

Dari total bantuan yang dihimpun, sejumlah kebutuhan pokok kemudian disiapkan untuk masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi 9,5 ton beras, lebih dari 1.100 porsi makanan siap saji, 300 liter minyak goreng, serta lebih dari 500 unit susu siap minum dan susu formula.

Bantuan juga mencakup lebih dari 200 unit perlengkapan istirahat, seperti kasur lipat, bantal, sarung, dan terpal. Untuk kebutuhan kebersihan keluarga, bantuan yang disiapkan mencapai lebih dari 440 unit, di antaranya popok bayi, popok lansia, serta sikat dan pasta gigi.

Penghimpunan bantuan melibatkan PT Danareksa (Persero) serta tujuh kawasan industri, yakni PT SIER, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Kawasan Industri Medan (KIM), PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), dan PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).

Selain perusahaan, kontribusi juga diberikan karyawan, tenant, mitra, dan berbagai pihak di lingkungan kawasan industri. Rizka mengatakan keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari proses penghimpunan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

“Yang kami apresiasi adalah semangat kebersamaan dari berbagai pihak. Bantuan tidak hanya datang dari perusahaan, tetapi juga dari karyawan, mitra, asosiasi, dan kawasan industri,” katanya.

Bantuan kemudian disalurkan melalui dua skema. Skema pertama dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) di lokasi bencana, bersama BPBD setempat dan BRI selaku koordinator BUMN Peduli wilayah NTT. Bantuan melalui skema ini telah diserahkan pada 21 Agustus 2026.

Sementara skema kedua dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan diserahkan pada 25 Agustus 2026. Melalui dua skema tersebut, bantuan dialokasikan untuk kebutuhan darurat di lapangan, antara lain terpal, makanan siap saji, minyak goreng, beras, gula pasir, susu steril, serta bahan pokok lainnya.

Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Ngurah Wirawan, mengatakan penghimpunan bantuan dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat terdampak gempa. “Kami berterima kasih karena ekosistem kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra bergerak kolektif untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT,” kata Ngurah.

Rizka berharap bantuan yang telah dihimpun dan disalurkan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama berada di posko pengungsian. “Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi dari semua pihak. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban saudara-saudara kita di NTT,” tutur Rizka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....