Puluhan Perahu Diduga Jarah Tambak Kalanganyar Sidoarjo
- 28 Agt 2026 12:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo – Puluhan perahu yang bergerombol memasuki kawasan tambak Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, membuat petambak resah. Rombongan tersebut diduga bukan sekadar melintas, melainkan mengambil hasil budidaya warga berupa ikan, udang hingga kepiting.
Aksi yang disebut berlangsung hampir setiap hari itu diduga dilakukan menggunakan jaring berukuran besar yang oleh warga dikenal sebagai badong harimau. Dengan alat tersebut, hasil tambak disebut dapat ditangkap secara massal hingga membuat petambak khawatir kehilangan hasil panen.
Penjaga tambak di Desa Kalanganyar, Rofik, mengatakan kelompok tersebut biasanya datang secara bergerombol menggunakan banyak perahu. Setiap perahu diperkirakan membawa sekitar empat orang sehingga jumlah orang yang masuk ke kawasan tambak dapat mencapai lebih dari 50 orang.
“Mereka datang berkelompok. Satu perahu bisa sekitar empat orang. Kalau ditotal bisa lebih dari 50 orang,” kata Rofik, Jumat 28 Agustus 2026.
Menurut Rofik, persoalan tersebut bukan hanya menyangkut kerugian petambak. Warga yang berupaya menegur atau menghalau rombongan tersebut disebut justru mendapat ancaman. Bahkan, sebagian orang yang masuk ke kawasan tambak diduga membawa senjata tajam.
“Kalau ditegur malah diancam. Katanya mau dibacok. Mereka juga ada yang membawa senjata tajam,” ujarnya.
Rofik mengatakan hasil tambak yang diduga diambil tidak hanya ikan bandeng dan mujair. Udang hingga kepiting juga disebut ikut ditangkap. Kondisi itu membuat warga khawatir hasil budidaya yang selama ini dirawat berbulan-bulan habis sebelum memasuki masa panen.
“Yang diambil bukan hanya ikan. Udang dan piting juga diambil. Bahkan tambak seperti dikuras,” katanya.
Dalam penanganan awal, sebanyak 14 perahu disebut telah diamankan. Namun, sejumlah orang yang diduga berada dalam rombongan tersebut berhasil melarikan diri. Warga juga menduga sebagian orang berasal dari luar Sidoarjo, termasuk wilayah Pasuruan. Dugaan asal kelompok tersebut masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan aparat.
| Baca juga: RPH Pegirian Pindah ke Tambak Osowilangun |
Kepala Desa Kalanganyar, Muhammad Fathoni, membenarkan adanya keresahan warga terkait dugaan penjarahan tambak. Menurut dia, pemerintah desa menerima laporan mengenai aksi tersebut, termasuk dugaan ancaman terhadap warga yang berusaha melakukan pencegahan.
“Kami menerima laporan dari warga terkait adanya penjarahan tambak. Ini sangat meresahkan karena bukan hanya soal kerugian hasil tambak, tetapi juga ada laporan mengenai ancaman kepada warga,” kata Fathoni.
Fathoni mengatakan pemerintah desa akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi aksi serupa. Pengamanan kawasan tambak rencananya melibatkan kepolisian bersama unsur Marinir agar aktivitas petambak tidak terganggu.
“Kami berharap segera ada tindakan di lapangan. Warga ingin tambaknya aman dan bisa kembali beraktivitas tanpa rasa takut,” ujarnya.
Dugaan aksi tersebut kini menjadi kekhawatiran serius bagi petambak Kalanganyar. Selain potensi kehilangan hasil budidaya, ancaman terhadap warga dinilai dapat memicu persoalan keamanan di kawasan tambak. Warga berharap aparat segera mengidentifikasi kelompok tersebut, mengungkap motifnya, serta menindak apabila ditemukan unsur pidana.
Hingga kini, identitas pihak yang diduga terlibat dan kepastian mengenai asal kelompok tersebut masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....