Wali Kota Surabaya Dorong Efisiensi APBD Hadapi Tekanan Fiskal

  • 27 Agt 2026 14:50 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan strategi efisiensi anggaran untuk menghadapi tekanan fiskal. Selain mencari sumber pendapatan baru, Pemkot bersama DPRD berupaya menekan pembiayaan dan pengeluaran daerah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan penurunan transfer ke daerah (TKD) dan tingginya opsi dari pemerintah provinsi menjadi tantangan bagi keuangan Surabaya. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah mengurangi komitmen terhadap pelayanan publik.

“TKD kita turun, besar dan tinggi. Opsi dari provinsi juga tinggi. Tetapi bukan berarti Pemerintah Kota Surabaya dan DPRD menyerah dan tidak melakukan pelayanan publik,” kata Eri, usai rapat paripurna, Rabu, 26 Agustus 2026.

Menurutnya, Pemkot dan DPRD terus mencari alternatif untuk meningkatkan pendapatan daerah. Pada saat yang sama, efisiensi pembiayaan menjadi bagian penting agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara maksimal.

Eri mencontohkan efisiensi dilakukan dalam proses pengadaan barang dan jasa. Apabila sebuah pekerjaan direncanakan senilai Rp100 juta tetapi hasil lelang hanya Rp 80 juta, maka nilai kontrak yang digunakan adalah Rp 80 juta.

“Jadi, kita lebih diuntungkan. Perhitungannya bukan lagi dari Rp100 juta, tetapi dari Rp80 juta. Sisanya kemudian dikembalikan,” ujarnya.

Selain pembiayaan, Eri meminta efisiensi diterapkan dalam penggunaan APBD dan sumber daya. Masyarakat juga diajak mengurangi pemborosan, termasuk dalam penggunaan air.

Ia menilai penggunaan air perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar tidak terjadi pemborosan. Kebiasaan menggunakan air secara berlebihan disebut menjadi salah satu hal yang perlu dikendalikan.

"Ini yang ingin saya katakan, warga Surabaya mulailah menghemat. Kalau air digunakan untuk mandi, ya untuk mandi saja. Jangan digunakan untuk mencuci motor dan kegiatan lainnya secara berlebihan,” katanya.

Eri mengatakan penghematan tersebut merupakan bagian dari upaya menutup berbagai potensi kebocoran. Pemerintah juga terus melakukan digitalisasi dan menyesuaikan program dengan ketentuan penilaian pemerintah pusat.

“Makanya saya pemerintah kota dan pimpinan DPRD terus bersinergi untuk mencari alternatif-alternatif untuk menaikkan pendapatan daerah,” tuturnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....