Dari Gaple hingga Capsa, Mengapa Tetap Digemari?
- 21 Agt 2026 05:30 WIB
- Surabaya
RRI CO.ID, Surabaya - Di tengah maraknya permainan digital melalui telepon pintar, permainan kartu masih memiliki tempat tersendiri. Ketika berkumpul bersama keluarga atau teman, seperangkat kartu dapat menjadi hiburan sederhana yang membuat beberapa orang duduk bersama, berbincang, dan saling berhadapan tanpa harus terpaku pada layar.
Gaple, kartu remi hingga capsa merupakan beberapa permainan yang dikenal masyarakat dengan aturan dan cara bermain yang beragam. Daya tariknya pun tidak selalu soal siapa yang menang. Ada percakapan, tawa, strategi, dan interaksi yang berlangsung selama permainan.
Lantas, mengapa permainan sederhana seperti ini masih menarik di tengah banyaknya pilihan hiburan digital? Salah satu jawabannya dapat dilihat dari karakter permainan kartu yang melibatkan interaksi antarpemain. Ketika dimainkan bersama, kartu tidak hanya menjadi alat permainan, tetapi juga dapat menjadi media untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan mengambil keputusan.
Hal tersebut sejalan dengan penelitian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang mengembangkan permainan kartu berbasis social deduction sebagai media pembelajaran kemampuan berbicara bahasa Inggris bagi siswa sekolah menengah. Penelitian tersebut menemukan bahwa struktur permainan yang menggunakan kartu berbasis peran dan sesi diskusi memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkomunikasi secara spontan, bekerja sama, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Peneliti Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menjelaskan bahwa permainan tersebut dirancang untuk menciptakan interaksi dalam kelompok melalui diskusi dan perdebatan, sehingga peserta tidak hanya mengikuti permainan, tetapi juga terlibat dalam komunikasi.
“Interaksi berbasis peran memfasilitasi komunikasi lisan secara spontan dalam lingkungan kelas, sedangkan tahapan diskusi yang berlangsung secara berulang mendukung penalaran kolaboratif dan penyampaian argumen secara verbal,” demikian hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang dimuat dalam Indonesian Journal of Education Methods Development.
Meski penelitian tersebut menggunakan permainan Werewolf dan dilakukan dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris, temuan itu memberikan gambaran bahwa permainan kartu dapat dirancang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai aktivitas yang mendorong komunikasi dan interaksi antarpemain.
Hal yang sama dapat dilihat ketika permainan kartu dilakukan secara langsung. Para pemain berada dalam ruang yang sama, mengikuti aturan yang disepakati, menunggu giliran, mengambil keputusan, serta merespons tindakan pemain lainnya.
Pengalaman tersebut berbeda dengan permainan digital yang memungkinkan seseorang bermain dari tempat masing-masing. Permainan digital tentu juga dapat mempertemukan banyak orang, tetapi permainan kartu secara langsung menghadirkan interaksi tatap muka dalam satu ruang.
Dalam permainan seperti capsa, misalnya, pemain perlu memahami aturan permainan dan mengikuti giliran. Sementara dalam suasana berkumpul, permainan juga dapat diselingi percakapan dan candaan yang membuat aktivitas tersebut menjadi bagian dari kebersamaan.
Begitu pula dengan permainan kartu lainnya. Kartu yang digunakan mungkin sederhana, tetapi aktivitas di sekelilingnya dapat menjadi alasan orang untuk duduk bersama.
Di tengah kehidupan yang semakin digital, kebutuhan untuk berinteraksi secara langsung ternyata tetap ada. Permainan sederhana dapat menjadi salah satu cara untuk menciptakan ruang tersebut tanpa membutuhkan perangkat teknologi yang rumit.
Permainan kartu pun tidak harus selalu dipandang sebagai hiburan dari masa lalu. Penelitian Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menunjukkan bahwa konsep permainan kartu masih dapat dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan generasi saat ini, termasuk sebagai media pembelajaran.
Namun, penting membedakan permainan kartu sebagai hiburan dengan aktivitas permainan yang menggunakan taruhan. Dalam konteks ini, gaple, kartu remi, dan capsa dibicarakan sebagai permainan rekreasional tanpa taruhan.
Pada akhirnya, mungkin itu yang membuat permainan seperti gaple hingga capsa tetap menarik. Di saat berbagai hiburan dapat hadir dalam genggaman melalui telepon pintar, permainan kartu menawarkan sesuatu yang sederhana: beberapa orang duduk bersama, saling berbicara, tertawa, mengikuti aturan, dan menikmati waktu tanpa harus selalu melihat layar.
Jadi, yang membuat permainan kartu tetap bertahan mungkin bukan semata-mata kartunya. Melainkan kesempatan untuk berkumpul dan berinteraksi secara langsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....