Dirut Baru PDAM Surabaya Targetkan Tekanan Air Stabil Setahun

  • 19 Agt 2026 08:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, Tyas Alvin Papatria, membawa target peningkatan kualitas layanan air bersih sejak awal masa kepemimpinannya. Salah satu sasaran utama yang dipatok adalah memastikan pelanggan memperoleh tekanan air minimal 2 meter kolom air.

Target tersebut diupayakan tercapai dalam satu tahun ke depan. Alvin menyebut peningkatan tekanan air menjadi bagian dari pembenahan pelayanan yang harus dilakukan secara bertahap.

Ia menyadari upaya tersebut menghadapi tantangan karena sebagian jaringan perpipaan PDAM telah berusia cukup tua. Kondisi infrastruktur menjadi pertimbangan dalam menentukan tekanan air yang aman bagi jaringan.

“Ambisi saya melayani masyarakat Surabaya 100 persen dengan minimal 2 meter kolom air dalam waktu setahun ke depan,” kata Alvin, usai hearing di Komisi B DPRD Surabaya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Setelah target minimal dua meter kolom air tercapai, PDAM akan mendorong peningkatan tekanan hingga tiga meter kolom air. Namun, Alvin menegaskan peningkatan tersebut harus mengikuti kemampuan jaringan yang tersedia.

“Karena infrastruktur kita aging, harus kita lihat tekanannya berapa yang pas supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Untuk memastikan distribusi lebih merata, PDAM saat ini melakukan pemetaan pola tekanan air pada waktu berbeda. Evaluasi dilakukan terutama untuk melihat kondisi jaringan pada siang dan malam hari.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah zona 3. Alvin meminta tim memastikan pasokan ke wilayah tersebut tetap maksimal tanpa mengorbankan pelayanan di kawasan lainnya.

“Kita harus menjaga keseimbangan. Tim saya sedang bekerja, saya minta zona 3 itu harus selalu ada air yang mengalir ke sana sebanyak mungkin tanpa mengurangi zona-zona yang lain,” katanya.

Selain tekanan air, peningkatan kepuasan pelanggan juga menjadi indikator yang ingin dicapai dalam masa kepemimpinannya. Alvin menargetkan tingkat kepuasan pelanggan atau SKP dapat mencapai 90 persen. Pembenahan juga diarahkan pada penurunan kebocoran air dan penguatan kondisi keuangan perusahaan

“Kita bekerja keras menurunkan tingkat kebocoran, konsolidasi keuangan, kemudian mendekatkan pelayanan. Kepuasan pelanggan kita coba sampai angka 90 persen,” katanya.

Menurut Alvin, konsolidasi keuangan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan investasi PDAM. Investasi yang telah dilakukan harus memberikan manfaat nyata bagi peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan setiap investasi perlu disesuaikan dengan kemampuan perusahaan serta menerapkan prinsip value for money dan tata kelola perusahaan yang baik.

Sementara itu, Alvin turut menanggapi masih adanya sejumlah kawasan perumahan yang belum menggunakan layanan PDAM secara penuh. Ia mengatakan perusahaan siap menyediakan pasokan, tetapi keputusan untuk beralih tetap berada pada pihak pengembang.

“PDAM itu sebagai pelayan. Kita tidak bisa memaksa mereka. Kalau ditanya bisa enggak kita layani, insyaallah bisa. Tapi yang membuat mereka berpindah ke kami bukan kami,” tuturnya.

Menurut Alvin, penggunaan sumber air oleh pengembang berkaitan dengan perizinan pengambilan air baku yang kewenangannya berada pada institusi terkait. Karena itu, PDAM tetap membuka ruang kerja sama jika pengembang memilih menggunakan layanan perusahaan. “Kalau mereka bersedia, kita masuk. Itu saja intinya,” ujarnya.

Alvin menegaskan kepemimpinan baru akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembenahan internal dan meningkatkan kualitas layanan. Ia ingin seluruh langkah perusahaan bermuara pada kebutuhan masyarakat Surabaya. “Dari hari pertama saya langsung gaspol. Saya punya ambisi melayani masyarakat Surabaya sebaik mungkin,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....