Semangat Kemerdekaan, DPR Minta Warga Tak Mudah Terprovokasi
- 17 Agt 2026 17:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo : Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengajak masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi hoaks yang menyudutkan pemerintah. Pesan itu disampaikan BHS saat menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bersama masyarakat di daerah pemilihannya, Sidoarjo, Senin 17 Agustus 2026.
BHS mengatakan, masyarakat perlu memperoleh informasi yang utuh mengenai berbagai program pemerintah agar tidak mudah terpengaruh narasi negatif. Menurut dia, sejumlah warga yang sebelumnya mendapatkan informasi sepihak akhirnya memahami program pemerintah setelah mendapat penjelasan secara langsung.
"Begitu saya sampaikan apa yang sudah dilakukan pemerintah, sekitar 30 sampai 40 persen masyarakat mengatakan baru kali ini mendapatkan penjelasan yang jelas. Mereka menilai apa yang dilakukan pemerintah sudah on the track dan bagus," kata BHS.
BHS juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah terhadap organisasi veteran dan organisasi yang selama ini mendampingi pemerintah. Ia berharap Pemkab Sidoarjo dapat memberikan bantuan operasional karena organisasi tersebut dinilai memiliki peran dalam menjaga semangat perjuangan dan meneruskan nilai-nilai kepahlawanan.
"Organisasi seperti DHC 45, Pepabri dan sebagainya merupakan bagian yang banyak mendampingi pemerintah. Saya mengharapkan pemerintah kabupaten memberikan dukungan dan bantuan karena mereka juga bagian dari generasi penerus para veteran perjuangan kemerdekaan," ujarnya.
Soedjiono, veteran dari Dewan Harian Cabang (DHC) 45 Sidoarjo, mengapresiasi kehadiran BHS dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan bersama masyarakat menjadi momentum untuk meneruskan perjuangan para pahlawan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kondisi pemerintahan saat ini.
"Sebagai generasi penerus, kita harus melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga. Kami berterima kasih kepada Bapak Bambang Haryo karena mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya berita hoaks," kata Soedjiono.
Sementara itu, pengemudi ojek online (ojol) Wahidan menyebut penjelasan BHS juga memberikan pemahaman baru mengenai peluang ojol masuk dalam kategori usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut dia, hal tersebut membuka peluang bagi pengemudi ojol untuk mengakses sejumlah program pembiayaan.
"Alhamdulillah kami mendapat pencerahan bahwa ojol sudah masuk UMKM. Jadi teman-teman ojol yang membutuhkan bisa mengajukan subsidi perumahan ataupun KUR melalui perbankan," ujar Wahidan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....